Potret Bisnis Gedung Perkantoran Jakarta Semester Pertama 2026
Ruang kantor yang belum terserap alias masih kosong di Jakarta menyentuh sekitar 3 juta meter persegi (m2), sedangkan permintaan perlahan mulai mencuat-landbank.id-
Jakarta, landbank.co.id- Ruang kantor yang belum terserap alias masih kosong di Jakarta menyentuh sekitar 3 juta meter persegi (m2), sedangkan permintaan perlahan mulai mencuat.
Mengutip data Colliers Indonesia, ruang kantor kosong per semester pertama 2026 itu didominasi oleh gedung yang terletak di pusat kawasan bisnis (central business district/CBD) Jakarta, yakni mencapai sekitar 60 persen.
Ketersediaan ruang kantor kosong dalam jumlah besar tersebut menyebabkan kondisi pasar masih berpihak kepada penyewa.
Akibatnya, masih mengutip data Colliers Indonesia, mendorong pemilik gedung untuk menawarkan struktur sewa yang lebih fleksibel, periode bebas sewa, dukungan fit-out, serta berbagai insentif komersial lainnya.
Pemilik gedung perkantoran juga dinilai mulai lebih percaya diri dalam mempertahankan harga sewa sembari menawarkan insentif yang kompetitif.
BACA JUGA:Tingkat Kekosongan Ruang Kantor Jakarta Sentuh 3 Juta M2
Hal ini, mengutip riset Colliers Indonesia, mencerminkan posisi tawar penyewa yang masih kuat di tengah prospek pertumbuhan yang moderat.
Di tengah itu semua, meskipun bertahap, pasar perkantoran Jakarta terus menunjukkan pemulihan, terutama ditopang oleh aktivitas relokasi perusahaan dan peningkatan kualitas ruang kantor yang ditempati.
Pemulihan pasar masih selektif dan lebih banyak didorong oleh penyesuaian kebutuhan ruang dibandingkan ekspansi bisnis yang massif.
“Semakin selektifnya penyewa dalam mengambil keputusan, pemulihan pasar perkantoran Jakarta juga didorong oleh kebutuhan kualitas, bukan semata-mata oleh harga,” tutur Ferry Salanto, kepala Riset Colliers Indonesia, dikutip Selasa, 25 Agustus 2026.
Hingga semester pertama 2026, jumlah ruang kantor di Jakarta mencapai 11,4 juta m2 yang tersebar di CBD Jakarta seluas 7,4 juta m2 dan 4 juta m2 di luar CBD Jakarta.
BACA JUGA:Knight Frank: Pasokan Perkantoran CBD Jakarta Tembus 7 Juta m², Ruang Kosong Masih 1 Juta m²
Di CBD Jakarta, penambahan pada masa mendatang diperkirakan tetap terbatas, dengan Two Sudirman dan Indonesia 1 North Tower dijadwalkan selesai pada 2028 dan 2029.
Di luar CBD Jakarta, per semester pertama 2026, total pasokan ruang kantor meningkat menjadi sekitar 4,0 juta m² menyusul rampungnya dua gedung perkantoran di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Ke depannya, hanya tersisa sekitar 50.000 m² dalam rencana pengembangan untuk sisa tahun 2026, yang terutama diwakili oleh Arumaya Financial Center di kawasan TB Simatupang.