Lima Saham Properti Berukuran Jumbo, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp268 Triliun

Lima Saham Properti Berukuran Jumbo, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp268 Triliun

Mengutip data perdagangan di Bursa Efek Indonesia akhir pekan lalu, Jumat, 18 September 2026, total kapitalisasi pasar emiten properti menyentuh Rp440,67 triliun-landbank.id-

Jakarta, landbank.co.id- Saham properti apa saja yang memiliki kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) berukuran jumbo disajikan dalam artikel ini.

Mengutip data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan lalu, Jumat, 18 September 2026, total kapitalisasi pasar emiten properti menyentuh sekitar Rp440,67 triliun.

Jumlah itu merujuk pada kapitalisasi pasar 73 emiten properti yang terpantau oleh stock screener Investing.

BACA JUGA:PANI Ukir Sejarah, Gaet Laba Bersih Rp1,7 Triliun

Sekitar 61 persen atau sebesar Rp268,49 triliun dari total market cap disumbang oleh lima saham properti.

Mereka adalah PT Maha Properti Indonesia Tbk dengan kode saham MPRO senilai Rp116,08 triliun. 

Lalu, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp95,95 triliun dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) Rp21,16 triliun.

Selain itu, PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) Rp20,55 triliun, dan PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) Rp14,75 triliun.

BACA JUGA:Ini Alasan CBDK Buyback Saham 2026

Harga saham MPRO pada akhir pekan lalu, Jumat, 18 September 2026 ditutup menguat 0,65 persen ke posisi Rp11.675.

Pada periode itu jumlah saham pemilik proyek The Kahyangan, Solo, Jawa Tengah ini tercatat sebanyak 9.942.500.000 lembar.

Iwan Kurniawan, direktur dan corporate secretary PT Maha Properti Indonesia Tbk, mengatakan, terkait The Kahyangan, pihaknya berencana membangun rumah tapak di kawasan proyek itu.

Sebaliknya, pemilik market cap kedua terbesar, yakni PANI ditutup melemah 3,21 persen ke level Rp5,275 per saham.

BACA JUGA:Ini Pertimbangan Buyback Saham JRPT Tahun 2026

Saat ini, jumlah saham beredar pemilik proyek kota mandiri Pantai Indah Kapuk 2 atau PIK 2 itu tercatat sebanyak 18.189.502.198 lembar.

Manajemen PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk mengaku bahwa pihaknya terus mengembangkan PIK 2 sebagai kawasan bernilai tinggi dan memiliki ekosistem berkelanjutan dalam jangka panjang.

Pemilik market cap ketiga terbesar yaitu CBDK ditutup menguat 2,46 persen pada akhir pekan lalu ke posisi Rp.3.750 per saham.

Jumlah saham beredar pemilik Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2 ini tercatat sebanyak 5.668.944.500 lembar.

BACA JUGA:Pekan Depan, MKPI Guyur Dividen Tunai Rp690,28 Miliar

"Perusahaan tetap berkomitmen untuk terus mengedepankan strategi pengembangan yang berkelanjutan di kawasan PIK2 agar tetap dipercaya dan dipilih sebagai lokasi strategis untuk ekspansi dan investasi jangka panjang para konsumen,” kata Steven Kusumo, presiden direktur PT Bangun Kosambi Sukses Tbk, beberapa waktu lalu.

Mirip dengan PANI, saham MKPI ditutup melemah, yakni sebesar 0,23 persen ke angka Rp21.675 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Emiten yang masuk Bursa Efek Indonesia sejak 10 Juli 2009 ini membungkus nilai transaksi Rp948,19 juta pada perdagangan Jumat, 18 September 2026.

Mengusung 948.194.000 lembar saham beredar, MKPI menempati peringkat keempat market cap terbesar saham sektor properti.

BACA JUGA:Investor Lokal Dominasi Investasi Properti

PT Metropolitan Kentjana Tbk yang merupakan pemilik pusat perbelanjaan modern Pondak Indah Mal (PIM), Jakarta, Selatan rajin memerluas layanan kepada konsumen.

Terkini, emiten itu mengoperasikan PIM 5 yang menyajikan area kuliner bergengsi di kawasan Jakarta Selatan.

Sementara itu, peringkat kelima market cap jumbo, yaitu JRPT ditutup menguat 2,68 persen pada akhir pekan lalu ke posisi Rp1.150.

Jumlah saham beredar pemilik proyek kota mandiri, Bintaro Jaya, Jakara Selatan ini tercatat sebanyak 12.841.910.600 lembar.

BACA JUGA:Realisasi Investasi Properti Tumbuh 19 Persen, Sentuh Rp75 Triliun

Emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 29 Juni 1994 ini mengoleksi nilai transaksi Rp12,82 miliar pada perdagangan akhir pekan lalu.

Nilai itu datang dari 38 kali perdagangan sebanyak 24.900 saham. Saat itu, harga tertinggi saham JRPT adalah sebesar Rp1.150.

 

 

(*)