Di tengah Bisnis Perkantoran yang Menantang, Leads Property: Ada Permintaan dari Dunia Pendidikan

Di tengah Bisnis Perkantoran yang Menantang, Leads Property: Ada Permintaan dari Dunia Pendidikan

Salah satu pemain bisnis perkantoran, PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) mencatat pertumbuhan pendapatan sewa perkantoran sekitar 7 persen pada akhir September 2025 dibandingkan dengan periode yang sama 2024.

Mengutip laporan keuangan PT Roda Vivatex Tbk, pendapatan emiten berkode saham RDTX itu terlihat sebesar Rp425,19 miliar per akhir September 2025.

Sebaliknya, pada rentang Januari-September 2024, pendapatan pemilik gedung perkantoran Menara PHE di kawasan Simatupang, Jakarta Selatan ini masih di level Rp396,90 miliar.

Pasar perkantoran pada 2025 akan mengalami potensi pertumbuhan, dengan meningkatnya permintaan. Untuk itu perseroan memenuhi berbagai kebutuhan penyewa,” dilansir Annual Report Perseroan 2024.

Pertumbuhan pendapatan dari sewa kantor juga ditorehkan oleh PT Intiland Development Tbk (DILD) per akhir September 2025.

Baca juga: Perkantoran Jakarta, Leads Property: Harga Kantor Naik Tipis

Emiten properti berkode saham DILD itu mencatat pertumbuhan pendapatan usaha sewa perkantoran sekitar 4 persen pada sembilan bulan 2025 dibandingkan dengan periode sama 2024.

Pemilik gedung perkantoran Intiland Tower Jakarta itu membukukan pendapatan usaha Rp190,44 miliar per akhir September 2025, sedangkan pada periode sama 2024 senilai Rp182,83 miliar.

Sebaliknya, bisnis sewa kantor PT Ciputra Development Tbk (CTRA) justru turun sekitar 9 persen per akhir September 2025.

Pemilik perkantoran Ciputra World Jakarta itu mengantongi pendapatan sewa kantor Rp114,29 miliar per akhir September 2025.

Baca juga: Leads Property: Pasokan Perkantoran di Luar CBD Jakarta Stabil

Pada periode sama 2024, pendapatan sewa kantor emiten berkode saham CTRA itu masih bertengger di angka Rp124,65 miliar.

 

Proyeksi 2026

Sementara itu, Leads Property menyatakan bahwa indikator pasar 2026 memungkinkan pasokan kumulatif ruang perkantoran stabil di angka 11,6 juta m2.