Penjualan Rumah Lippo Tumbuh 20 Persen

Penjualan Rumah Lippo Tumbuh 20 Persen

Sepanjang semester pertama 2026, PT Lippo Karawaci Tbk membukukan penjualan rumah hunian dan rumah toko (ruko) sekitar Rp1,79 triliun-landbank.id-lpkr

Jakarta, landbank.co.id-PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mampu mendongkrak pendapatan dari penjualan rumah hunian dan rumah toko (ruko) sepanjang semester pertama 2026.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, per akhir Juni 2026, PT Lippo Karawaci Tbk membukukan penjualan rumah hunian dan rumah toko (ruko) sekitar Rp1,79 triliun.

Segmen ini menorehkan pertumbuhan sekitar 20 persen bila dibandingkan dengan raihan PT Lippo Karawaci Tbk pada semester pertama 2025 yang masih di level Rp1,47 triliun.

Penjualan rumah hunian dan ruko menyumbang sekitar 50 persen terhadap total pendapatan semester pertama 2026 perusahaan yang didirikan pada 1990 ini.

BACA JUGA:Lippo Group Hibahkan 30 Hektare Lahan Meikarta, Siap Bangun 141 Ribu Rusun Subsidi

Emiten berkode saham LPKR di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut menghadirkan proyek perumahan dan ruko lewat produk yang digulirkan Perseroan maupun melalui anak usahanya.

Anak usaha LPKR itu adalah PT Lippo Cikarang Tbk dan PT Gowa Makassar Tourism Makassar Tbk.

Sepanjang semester pertama 2026, kontributor lain terhadap pendapatan LPKR datang dari berbagai segmen, antara lain adalah pengelolaan kota Rp385,30 miliar.

Lalu, pemilik City of Tomorrow Surabaya, Jawa Timur ini juga mengoleksi penjualan lahan siap bangun Rp265,07 miliar, dan penjualan apartemen Rp254,77 miliar.

BACA JUGA:Penjualan Rumah Lippo Karawaci Stabil

Selain itu, pundi-pundi pemilik proyek Park Serpong, Banten ini juga ditopang oleh pendapatan hotel dan restoran Rp158,32 miliar, jasa manajemen Rp138,69 miliar, dan jasa parkir Rp119,51 miliar.

Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, total pendapatan LPKR turun sekitar 12 persen sepanjang enam bulan pertama 2026.

Per akhir Juni 2026, pendapatan LPKR sekitar Rp3,61 triliun, sedangkan pada periode sama 2025 sebesar Rp4,12 triliun.

Di sisi lain, sepanjang Januari-Juni 2026, laba bersih pemilik Lippo Village, Banten ini melejit sekitar 179 persen ke posisi Rp385,44 miliar.

BACA JUGA:Laba Bersih Lippo Karawaci Tembus Rp469 Miliar

Maklum, laba bersih LPKR pada periode sama 2025 masih bertengger di angka Rp137,90 miliar.

Sementara itu, LPKR membukukan aset sekitar Rp49,22 triliun per akhir Juni 2026, lebih rendah sedikit bila disandingkan dengan posisi akhir Desember 2025 yang senilai Rp49,25 triliun.

Liabilitas pemilik superblok Kemang Village, Jakarta Selatan ini juga tercatat turun, yakni dari semula Rp18,20 triliun pada akhir 2026 menjadi sekitar Rp17,86 triliun per akhir Juni 2026.

Sebaliknya, ekuitas LPKR meningkat dari Rp31,05 triliun pada akhir 2025 menjadi ke level Rp31,36 triliun per akhir Juni 2026.

BACA JUGA:LPKR Pertebal Laba Ditahan

Per akhir Juni 2026, para pemegang saham LPKR mencakup PT Inti Anugerah Pratama 20,27 persen, Sierra Incorporated 15,89 persen, PT Primantara Utama Sejahtera 10,40 persen, DBS Bank Ltd SG-PB Clent 5,11 persen, dan Connery Asia Limited 5,08 persen.

Selain itu, para pemegang saham emiten yang tercatat di BEI sejak 1996 ini juga mencakup Dominique Dion Leswara (direktur) 0,11 persen, Fendi Santoso (direktur) 0,10 persen, Surya Tatang (direktur LPKR) 0,08 persen, Marshal Martinus Tissadharma (direktur) 0,00 persen, dan masyarakat 42,96 persen.

 

(*)