Sampling itu diperkirakan mewakili sebesar 62,3 persen dari keseluruhan pasar perumahan di Jabodebek Banten pada periode itu.
Harga Rumah Subsidi
Sementara itu, khusus untuk rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sepanjang Januari-Maret 2026 didominasi oleh rentang harga Rp150 juta hingga Rp175 juta per unit.
Baca juga: Tradisi Penjualan Rumah Kuartal Pertama Jabodebek Banten, Omzet Rp2 Triliun
Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dalam periode kuartal pertama 2026, dari 41.084 rumah subsidi yang diserap pasar, kelompok harga itu paling digemari dengan porsi sebanyak 73,00 persen.
Bila dibandingkan dengan penjualan rumah subsidi pada kuartal pertama 2025, terjadi sedikit penurunan porsi.
Maklum, per akhir Maret 2025, segmen harga Rp150 juta hingga Rp175 juta menyumbang 73,25 persen dari total penjualan rumah subsidi yang sebanyak 53.873 unit.
Harga rumah subsidi kedua terbanyak yang dipilih MBR sepanjang tiga bulan pertama 2026 adalah kelompok di atas Rp175 juta per unit, yakni sebanyak 26,78 persen.
Baca juga: Tiga Bulan 2026, 41.084 Rumah Subsidi Menggerojok 357 Kota
Angka ini lebih besar dibandingkan periode sama 2025 yang porsinya masih sebesar 26,43 persen.
Selebihnya, rentang harga rumah yang dipilih MBR pada kuartal pertama 2026, terdistribusi di kelompok di bawah Rp125 juta hingga Rp150 juta 0,20 persen dan kelompok harga Rp125 juta, yakni 0,03 persen.
Data BP Tapera memerlihatkan, sepanjang tiga bulan pertam 2026, realisasi penyaluran subsidi kredit pemilikan rumah berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) menyentuh Rp5,11 triliun.
Baca juga: Bisnis Rumah Tapak Jabodetabek Terus Berkembang
Rumah subsidi yang mendapat kucuran KPR FLPP sepanjang kuartal pertama 2026 itu tersebar di 357 kabupaten dan kota dari 33 provinsi di Indonesia.
(*)





