Usai meninjau arena Race Expo BTN Jakim, Pramono mengatakan, tingginya minat masyarakat terhadap BTN Jakim menjadi bukti bahwa ajang ini telah berkembang menjadi salah satu event olah raga yang paling dinantikan setiap tahunnya.
“Tahun lalu saya memang secara bercanda mentargetkan 45 ribu, dan Alhamdulillah dalam waktu singkat terjual semua. Bahkan masih ada orang yang pengen ngantre untuk mendapatkan slot-nya. Jadi ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa,” ujar Pramono.
Dari sisi peserta domestik, tiga provinsi dengan jumlah peserta terbesar berasal dari DKI Jakarta sebanyak 14.750 peserta, Jawa Barat sebanyak 12.030 peserta, dan Banten sebanyak 5.340 peserta. Tingginya partisipasi dari berbagai daerah menunjukkan semakin luasnya jangkauan BTN Jakim di kalangan masyarakat dan komunitas lari nasional.
Baca juga: Minat Olah Raga Lari di BSD City Meninggi
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ajang lari tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang menjadi bagian dari lintasan lomba. Sejumlah koridor utama seperti kawasan Sudirman, Thamrin, Rasuna Said, dan ruas jalan lain yang dilalui peserta akan disterilkan selama perlombaan berlangsung.
Pramono menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pengalaman berlari yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta.
“Kami sudah memutuskan hari Sabtu dan Minggu tidak ada Car Free Day karena memang semua jalur akan disterilkan supaya para pelari bisa menikmati lari dengan nikmat,” ujarnya.
Baca juga: Ini Alasan BTN Sponsori Tiga Klub Bola Sekaligus
BTN Jakim kali ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra dan sponsor, termasuk sejumlah merek internasional yang turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan event tahun ini. Dukungan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan terhadap BTN Jakim sebagai ajang olah raga berkelas internasional yang mampu menghadirkan dampak positif bagi pengembangan olahraga, pariwisata, dan ekonomi Jakarta.
Melalui penyelenggaraan BTN Jakim 2026, BTN bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap dapat terus mendorong budaya hidup sehat, memperluas partisipasi masyarakat dalam olah raga lari, serta memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu destinasi marathon unggulan di kawasan Asia.
(*)





