Sejalan dengan tingginya minat pasar, Tanrise Group juga tengah mempersiapkan peluncuran tipe hunian baru yang direncanakan pada akhir Juli 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan penjualan sekaligus memperluas portofolio produk guna menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Saat ini, kawasan Grand Sunrise Menganti telah berkembang menjadi kawasan community living yang didukung berbagai fasilitas penunjang.
Fasilitas tersebut meliputi Sunrise Hub Commercial Area, Terasore Food Community, Galatea Social Hub, ruang terbuka hijau, taman bermain anak di setiap cluster, kolam renang, hingga area kebugaran.
Kehadiran fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas penghuni sekaligus menciptakan lingkungan yang nyaman untuk tumbuh dan berkembang.
Baca juga: RISE Optimistis Menjaga Tren Pertumbuhan
“Keberhasilan peluncuran Tipe Ruby semakin memperkuat optimisme Perseroan terhadap prospek pengembangan kawasan Grand Sunrise Menganti ke depan,” jelas Merry.
Perseroan, tambah dia, meyakini bahwa pengembangan kawasan secara berkelanjutan akan menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik produk sekaligus mendukung pertumbuhan kinerja jangka panjang.
Sementara itu, per akhir Maret 2026, jumlah aset RISE sebesar Rp4,16 triliun, lebih besar bila disandingkan dengan akhir Desember 2025 yang senilai Rp4,04 triliun.
Jumlah liabilitas RISE tercatat naik dari Rp747,45 miliar pada akhir 2025 menjadi sebesar Rp775,72 miliar per akhir Maret 2026.
Di sisi ekuitas, naik menjadi Rp3,39 triliun pada akhir Maret 2026 bila dibandingkan dengan akhir 2025 yang sekitar Rp3,29 triliun.
Baca juga: Ini Harga Rumah yang Paling Digemari Konsumen 2026
Per 31 Maret 2026, para pemegang saham RISE terdiri atas PT Tancorp Global Sentosa sebesar 80,2950 persen, PT Bemeroca Uniti Abadi Harmoni 0,0001 persen, serta lain-lain 19,7049 persen (masing-masing di bawah 5 persen).
(*)





