Ada 1,1 Juta Unit Rumah Subsidi Baru Terbangun hingga Oktober 2026
Kementerian PKP catat capaian 1,79 juta unit rumah hingga Oktober 2026--Landbank.co.id
PKP dan Bappenas Perkuat Peta Jalan Perumahan
Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi masukan dan dukungan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dalam penyusunan peta jalan perumahan.
Menurutnya, pencapaian pembangunan perumahan merupakan hasil kerja bersama yang membutuhkan sinergi lintas kementerian/lembaga, perbankan, pengembang, dan seluruh ekosistem perumahan.
“Capaian pembangunan perumahan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh ekosistem perumahan, mulai dari kementerian dan lembaga, perbankan, pengembang, hingga berbagai pihak yang turut berkontribusi. Kami berterima kasih kepada Bappenas atas masukan dan dukungannya untuk menyempurnakan peta jalan program perumahan ke depan,” ujar Maruarar.
Ia menegaskan, kolaborasi tersebut perlu terus diperkuat agar pelaksanaan program perumahan berjalan terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Perencanaan yang baik juga diperlukan untuk memastikan kebijakan, program, dan sumber pembiayaan saling mendukung dalam mencapai target pembangunan perumahan nasional.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, penyediaan hunian layak bagi masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah sebagaimana diarahkan Presiden. Karena itu, perencanaan makro yang disusun Bappenas perlu diterjemahkan ke dalam program yang terarah oleh Kementerian PKP agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia.
“Penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat harus direncanakan dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan di seluruh Indonesia. Bappenas berperan dalam perencanaan makro, sementara Kementerian PKP menindaklanjutinya dalam program dan pelaksanaan di lapangan,” ujarnya.
Dalam pembahasan tersebut, sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian, mulai dari regulasi dan kelembagaan, skema pembiayaan, ketersediaan lahan, hingga penguatan koordinasi dan sinkronisasi antarpihak. Berbagai aspek tersebut memerlukan dukungan bersama agar peta jalan perumahan dapat berjalan efektif dan target pembangunan tercapai secara berkelanjutan.
Selain membahas peta jalan dan perkembangan capaian program perumahan, pertemuan tersebut juga menyinggung rencana pembangunan asrama mahasiswa Universitas Padjadjaran di Jatinangor. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penyediaan hunian yang mendukung kebutuhan mahasiswa.
(*)