Tujuh Pengembang Perkasa dalam Penjualan Rumah
Pengembang lainnya yang juga mencatat pertumbuhan penjualan rumah, sekaligus mencetak rekor baru adalah PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).
Penjualan rumah Summarecon pada 2024 mencetak rekor baru, yakni Rp6,08 triliun. Summarecon menjadi pengembang ketiga terbesar dalam membukukan penjualan rumah.
Dalam rentang lima tahun terakhir, 2020-2024, pemilik kota mandiri Summarecon Serpong ini sempat mencatat penurunan penjualan rumah, yakni pada 2020 sekitar 10 persen dan 2022 sebesar 36 persen.
Selebihnya, Summarecon mencatat pertumbuhan penjualan rumah, bahkan, pada 2024, penjualan rumah Summarecon melejit 99 persen.
PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) menjadi pengembang yang membukukan penjualan rumah terbesar keempat pada 2024, yakni sebesar Rp2,89 triliun.
Dalam rentang lima tahun terakhir, penjualan rumah DUTI sempat turun pada 2020 dan 2021, yakni masing-masing sekitar 22 persen dan sekitar 1 persen.
Setelah itu, pemilik proyek Grand Wisata Bekasi ini mencatat pertumbuhan penjualan rumah, yaitu pada 2022 melejit sekitar 66 persen, 2023 (27 persen), dan 2024 (28 persen).
Peraih penjualan rumah kelima terbesar pada 2024, yakni PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan sebesar Rp2,40 triliun.
Baca juga: Pendapatan CTRA Tumbuh, Ini Kontributor Utamanya
Sepanjang 2020-2024, LPKR mencatat pertumbuhan penjualan rumah empat kali. Hanya pada 2024, LPKR harus puas membukukan penurunan penjualan rumah sekitar 4 persen dibandingkan tahun 2023.
Selebihnya, LPKR selalu mencatat pertumbuhan penjualan rumah, bahkan ketika Indonesia dilanda pandemi Covid-19 pada 2020.
Penjualan rumah LPKR tercatat tumbuh sekitar 4 persen pada 2020 dan melonjak 68 persen pada 2021. Lalu, pada 2022 dan 2023 sama-sama melejit sekitar 63 persen.
PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) selaku peraih penjualan rumah terbesar keenam pada 2024, terlihat lebih dinamis pertumbuhannya dalam rentang 2020-2024.
Pada 2024, penjualan rumah ASRI tercatat sekitar Rp1,96 triliun atau lebih rendah sekitar 19 persen bila disandingkan dengan setahun sebelumnya.
ASRI pernah mencatat penurunan penjualan rumah cukup tajam pada 2020 dibandingkan dengan 2019, yakni sekitar 59 persen.