Bos PANI Bilang Begini Soal Prospek Properti

Bos PANI Bilang Begini Soal Prospek Properti

Di sisi laba bersih, PANI membukukan Rp49,57 miliar per akhir Maret 2025, sedangkan pada periode sama 2024 masih di posisi Rp122,37 miliar.

Baca juga: Ini Alasan PANI Patok Target Marketing Sales Rp5,3 Triliun

Manajemen PANI menyatakan bahwa capaian pada tiga bulan pertama 2025 memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu emiten properti dengan prospek jangka panjang yang cemerlang, seiring dengan pengembangan kawasan PIK2 yang semakin matang dan terintegrasi.

PANI mencatatkan kenaikan total aset sebesar Rp1,9 triliun menjadi Rp48,5 triliun pada periode 31 Maret 2025.

Kenaikan aset ini salah satunya disebabkan oleh penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) salah satu anak usaha PANI, yakni PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).

Lewat IPO itu CBDK berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,3 triliun pada 13 Januari 2025.

Selain itu, PANI juga mengalami peningkatan dalam properti investasi dari pembangunan proyek Nusantara International Convention Exhibition (NICE) yang didanai sepenuhnya dari hasil IPO CBDK.

NICE merupakan fasilitas meeting, incentives, conference, and exhibition (MICE) bertaraf internasional yang akan mulai beroperasi sebagian pada Oktober 2025.

Tahun 2025, juga dinilai oleh manajemen PANI sebagai momentum penting dengan akan beroperasinya Jalan Tol KATARAJA yang menghubungkan langsung PIK2 dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Baca juga: Kinerja Kinclong, Bos PANI Bilang Begini

Waktu tempuh dari bandara menuju kawasan kini akan dipersingkat menjadi hanya sekitar 7 menit, menjadikan PIK2 sebagai pusat aktivitas baru yang mudah diakses dari berbagai arah.

 

Cadangan Lahan

PANI mengawali kegiatan usahanya pada 1 Maret 2001 sebagai produsen di bidang industri kemasan kaleng.

Pada Desember 2017, PANI melakukan akuisisi terhadap PT Windu Blambangan Sejati yang merupakan perusahaan di bidang industri pengolahan hasil perikanan dan jasa pembekuan/penyimpanan di kamar pendingin.