Porsi Pembelian Rumah Secara Tunai Membesar

Porsi Pembelian Rumah Secara Tunai Membesar

Secara triwulanan, penjualan rumah pada triwulan I/2025 juga menunjukkan peningkatan. Penjualan rumah primer pada triwulan I/2025 tumbuh sebesar 33,92 persen (quarter to quarter/qtq), setelah terkontraksi sebesar 6,62 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya.

Peningkatan penjualan tersebut terutama didorong oleh kenaikan penjualan rumah kecil, dari kontraksi 11,94 persen (qtq) menjadi tumbuh positif sebesar 83,97 persen (qtq).

Berdasarkan hasil survei, sejumlah faktor masih menjadi penghambat pengembangan dan penjualan properti residensial primer, seperti kenaikan harga bahan bangunan (19,87 persen).

Baca juga: Omzet Penjualan Rumah Jabodebek-Banten Sentuh Rp1,94 Triliun

Lalu, suku bunga KPR (15,30 persen), masalah perizinan (14,79 persen), porsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR (11,17 persen), dan perpajakan (9,02 persen).

“Secara keseluruhan, penjualan unit properti residensial tercatat tumbuh sebesar 0,73% (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya yang tercatat kontraksi sebesar 15,09% (yoy),” jelas Ramdan.

 

 

(*)