Porsi Pembelian Rumah Secara Tunai Membesar
Lalu, naik menjadi 8,67 persen pada kuartal pertama 2022.
Sempat turun pada 2023, yakni menjadi 7,27 persen. Kemudian kembali turun pada triwulan I/2024 ke level 7,17 persen, namun membesar jadi 9,79 persen pada triwulan I/2025.
Tren KPR
Dampak dari membengkaknya pemanfaatan pembelian rumah secara tunai menyusutkan porsi pembelian dengan skema KPR.
Mengutip SHPR BI, porsi KPR pada tiga bulan pertama 2025 turun drastis bila disandingkan dengan periode sama setahun sebelumnya yang masih di angka 76,25 persen.
Baca juga: Summarecon Raih Rp1 Triliun dari Penjualan Rumah, Tiga Bulan
Pemanfaatan skema KPR sempat di angka terendah pada kuartal pertama tahun 2022 yang menyentuh di bawah 70 persen, persisnya 69,54 persen.
Porsi KPR triwulan pertama 2022 anjlok bila dibandingkan dengan periode sama 2021 yang masih bertengger di posisi 73,67 persen.
Penjualan Residensial
Sementara itu, SHPR BI membeberkan bahwa penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan I/2025 secara tahunan menunjukkan perbaikan.
Pada triwulan I/2025, penjualan properti residensial mencatat pertumbuhan sebesar 0,73 persen (year on year/yoy), meningkatkan dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 15,09 persen (yoy).
Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan penjualan rumah tipe kecil yang tercatat tumbuh sebesar 21,75 persen (yoy), setelah terkontraksi sebesar 23,70 persen pada triwulan sebelumnya.
Di sisi lain, penjualan rumah tipe menengah dan besar menurun pada kuartal pertama 2025 dan tercatat kontraksi masing-masing sebesar 35,76 persen (yoy) dan 11,69 persen (yoy).