Permintaan Residensial Tangguh, BSDE Raih Marketing Sales Rp2,54 Triliun

Pengembang properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menilai bahwa permintaan properti, khususnya produk residensial masih cukup tangguh (resilience) pada 2026/foto: sml

Menurut Hermawan, strategi BSDE dalam menghadirkan produk yang tepat sasaran serta program pemasaran yang adaptif menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum penjualan.

Selain segmen residensial yang tetap tangguh, segmen komersial, penjualan ruko mendominasi dengan kontribusi Rp584,60 miliar, diikuti kavling komersial Rp246,67 miliar dan apartemen Rp112,87 miliar.

Bacaan Lainnya

Penjualan apartemen didukung oleh proyek seperti The Elements, Southgate dan Aerium di Jakarta, serta Akasa dan Upper West di BSD City.

Secara geografis, BSD City tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi sekitar 71 persen terhadap total prapenjualan, menegaskan daya tarik kawasan mandiri yang terintegrasi dan terus berkembang.

Ke depan, BSDE melihat peluang tetap terbuka seiring potensi stabilisasi suku bunga serta berbagai insentif yang dapat mendorong daya beli masyarakat.

Baca juga: Penjualan Lahan ke Joint Venture Sumbang Marketing Sales BSDE

“Kami optimistis dapat mencapai target prapenjualan tahun 2026 sebesar Rp10,00 triliun, dengan tetap mengedepankan strategi peluncuran produk yang prudent, memperkuat jaringan pemasaran, serta didukung oleh program penjualan nasional kami “Royal Key” yang relevan dengan kondisi pasar,” ujar Hermawan.

BSDE merupakan pengembang BSD City kota mandiri terbesar di Indonesia dan flagship project Sinar Mas Land seluas 5.950 hektare.

Para pemegang saham BSDE per akhir 2025 terdiri atas PT Paraga Artamida sebesar 40,75 persen, PT Ekacentra Usahamaju 25,94 persen, PT Simas Tunggal Centre 1,80 persen, PT Metropolitan Trancities Indonesia 1,23 persen, dan PT Aneka Karya Amarta 0,77 persen.

Baca juga: BSDE Kian Pede, Raup Prapenjualan Rp5,08 Triliun

Lalu, PT Pembangunan Jaya 0,40 persen, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 0,21 persen, PT Bhineka Karya Pratama 0,21 persen, PT Anangga Indah Sakti 0,14 persen, PT Nirmala Indah Sakti 0,06 persen, PT Serasi Niaga Sakti 0,00 persen, dan masyarakat 28,35 persen.

 

 (*)

Pos terkait