“Film ini kami buat sebagai persembahan seorang anak kepada ibunya. Kami ingin menyampaikan bahwa film bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga bisa menjadi alat edukasi karena masyarakat dapat melihat, merasakan, dan mengambil pesan dari cerita yang disampaikan,” jelas Ferly Halim.
Ferly Halim berharap kolaborasi bersama pemerintah dapat membantu memperluas jangkauan publikasi film sehingga pesan yang dibawa dapat diterima lebih luas oleh masyarakat.
Takkan Kubiarkan Kau Menangis dijadwalkan tayang di bioskop pada 16 Juli 2026 dan saat ini tengah dalam proses penjajakan distribusi ke pasar internasional.
Festival Film
Sementara itu, Menteri Ekraf menerima audiensi Ruang Film Pacitan di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas pengembangan Festival Film Horor (FFH) yang diselenggarakan Ruang Film Pacitan bersama Pemerintah Kabupaten Pacitan sebagai ruang apresiasi sekaligus penguatan ekosistem perfilman di Indonesia.
Baca juga: Film Qodrat 2 Tembus 1,7 Juta Penonton
Teuku Riefky Harsya menilai FFH memiliki potensi besar untuk berkembang tidak hanya sebagai festival film bertema horor pertama di Indonesia, tetapi juga menjadi wadah inkubasi talenta dan penggerak ekonomi kreatif.
Menurut Menteri Ekraf, kekayaan budaya dan ragam cerita rakyat Indonesia merupakan sumber inspirasi yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi industri perfilman nasional.
“Indonesia sangat memiliki keberagaman serta keunikan dalam budaya hingga cerita horor selayaknya tambang emas baru. Kementerian Ekraf siap mengkolaborasikan FFH dengan mitra kementerian untuk semakin membuat benchmark di mana event FFH tahun ini dapat naik kelas,” ujar Menteri Ekraf.
Potensi tersebut tercermin dari penyelenggaraan perdana FFH pada tahun 2025, yang berhasil diikuti sebanyak 285 film dalam tiga kategori, yakni umum, pelajar, dan eksibisi. Festival ini juga memiliki karakteristik yang kuat karena digelar di kawasan pesisir Pantai Pancer Door serta sejumlah lokasi strategis di Pacitan. Konsep tersebut menjadi pembeda yang memperkuat identitas FFH dibandingkan festival film lainnya di Indonesia.
Tahun ini, FFH 2026 mengusung tema INDIGO: Melihat yang tak terlihat. Membaca yang terlupakan. Membangun yang akan datang. Rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai Juni hingga September 2026, sementara malam puncak atau awarding dijadwalkan pada 9–12 September 2026.
Baca juga: Libur Lebaran Bawa Berkah Film Nasional, Raih Jutaan Penonton
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, mengatakan, FFH telah memberikan dampak positif bagi daerah, baik dari sisi ekonomi maupun pengembangan kegiatan kreatif lainnya. Menurut Bupati, festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang temu bagi para pelaku perfilman dan masyarakat.
“FFH ini yang mendatangkan event lain yang menurut saya itu selama ini bisa mendatangkan wisatawan. Tentu kami mengharapkan FFH 2026 dapat berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf hingga mampu menjadi festival provinsi, nasional bahkan global,” kata Indrata.
(*)





