Loncat ke konten
Menu Mobile
Landbank.co.id
  • Gaya Hidup
  • Komersial
  • Nasional
  • Pasar Modal
  • Residensial
  • Rumah Subsidi
Konten Spesial
Summarecon Bidik Pertumbuhan Lewat Township Berkelanjutan Garap Vireya, SML dan Hankyu Kantongi Penjualan 300 Rumah Daftar Enam Proyek Apartemen yang Masuk Jakarta Pada 2026 Pengembangan Kawasan Hiera BSD City Diakui Dunia, Sabet Penghargaan Properti Bergengsi Asia Pasifik Penjualan Rumah Natura City Developments Tumbuh 8 Persen
Beranda Nasional Nilai ESG Pengembang di Tengah Emiten Bursa Efek Indonesia

Nilai ESG Pengembang di Tengah Emiten Bursa Efek Indonesia

Gambar Gravatar
Edo Rusyanto
9 Mei 2025
Peringkat nilai ESG pengembang properti di tengah ratusan emiten di Bursa Efek Indonesia terlihat cukup dinamis pada Mei 2025./foto: sinarmasland.com

Hal serupa dicatatkan oleh anak usaha Pertamina itu pada April 2025, dengan jumlah nilai yang sama.

Urutan ke-85 ditempati oleh PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan nilai ESG 54,02.

Bacaan Lainnya
  • Apple Rilis iOS 27 Beta Developer, Simak Risiko Sebelum Update iPhone
  • Dari Pasal Negara ke Rumah Rakyat
  • Indonesia Women Fest 2026 Catat 23.000 Pengunjung, Transaksi Capai Rp7 Miliar

Nilai PT Adaro Minerals Indonesia Tbk berubah bila dibandingkan dengan April 2025 yang masih di angka 53,1.

Masih mengutip laman BEI, dalam penilaian skor ESG, emiten dikelompokkan pada salah satu dari lima kategori yang mencakup negligible, yakni dianggap memiliki risiko ESG yang dapat diabaikan dengan rentang skor 0-10.

Lalu, low, dianggap memiliki risiko ESG yang rendah (skor 10-20).

Kemudian, medium, dianggap memiliki risiko ESG yang sedang (skor 20-30). Lalu, high, yaitu dianggap memiliki risiko ESG yang tinggi (30-40).

Baca juga: Rekam Jejak ESG SCG di Indonesia

Selain itu, severe, yakni dianggap memiliki risiko ESG yang berat (skor di atas 40).

 

Program BSDE

Sementara itu, manajemen BSDE mengaku bahwa pihaknya menyadari arti penting mengurangi dampak lingkungan dan mengatasi perubahan iklim.

Sejak tahun 2017, BSDE telah mengintegrasikan visi keberlanjutan sebagai komponen utama dari strategi bisnis. Visi ini, yang menjadi dasar operasi BSDE, disusun berdasarkan empat pilar utama dan area fokus yang sesuai.

Terkait lingkungan diterjemahkan dalam pilar kedua, yakni “Perubahan Iklim dan Lingkungan”.

BSDE terus berupaya untuk mengurangi dampak lingkungan di area tempat Perseroan beroperasi, memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim, dan berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.

“Sejalan dengan komitmen kami terhadap keberlanjutan lingkungan, BSDE telah bermitra dengan Perusahaan pengelolaan limbah yang terkemuka untuk menerapkan inisiatif pengelolaan limbah yang bertanggung jawab,” dilansir Laporan Keberlanjutan BSDE Tahun 2024.

Tahun 2024, BSDE telah menerapkan inisiatif pengelolaan limbah yang bertanggung jawab di semua properti residensial besutan BSD City.

Semua limbah dikirim ke fasilitas Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS3R) sementara.

Hal itu dilakukan mengingat TPS3R BSDE di Jatiwaringin, Bekasi ketika itu masih dalam tahap konstruksi dan dijadwalkan mulai beroperasi pada Januari 2025.

Selain itu, pada akhir tahun 2024, BSDE melampaui target awal untuk memasukkan 20 persen material ramah lingkungan dalam proyek perumahan baru, mencapai rata-rata 35,73 persen material ramah lingkungan dalam pengembangan BSDE.

Baca juga: Terjadi Pergeseran Peringkat Nilai ESG Emiten Properti, April 2025

Pada 2024, BSDE melanjutkan komitmen terhadap keberlanjutan dengan membeli REC dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Inisiatif ini mendukung komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi dengan mengadopsi sumber energi terbarukan untuk konsumsi listrik hijau.

“Pada akhir 2024, kami telah mencapai pengurangan 15.281,55 ton CO2 e dari pembelian REC,” urai manajemen BSDE.

Selain itu, BSDE terus mendorong penggunaan dan pemanfaatan daur ulang inovatif kompos organik dan limbah plastik melalui program hijau kami, Eco-Enzyme dan Plastic to Food.

 

 

(*)

Halaman: 1 2
Bumi Serpong Damaiemiten propertiEnvironmental Social Governancenilai esgpengembang propertiprogram lingkungan
Sebarkan

Navigasi pos

Pos sebelumnya Pendapatan Sentul City Meroket, Ini Pemicunya
Pos berikutnya Persib Bandung vs Barito Putera: Laga Prestise dan Hidup-Mati di Pekan Ke-32 BRI Liga 1 2024/25

Pos terkait

  • Apple Rilis iOS 27 Beta Developer, Simak Risiko Sebelum Update iPhone

  • Dari Pasal Negara ke Rumah Rakyat

  • Indonesia Women Fest 2026 Catat 23.000 Pengunjung, Transaksi Capai Rp7 Miliar

  • Dari Jakarta, Surat untuk “Maha Guru Keadilan” John Rawls

  • Cara Cek Penerima PIP Juni 2026 Secara Online, Siswa dan Orang Tua Wajib Tahu

  • Kemenkeu Resmi Revisi Tunjangan Kinerja Pegawai Pajak, Ini Perubahannya

Nasional

  • Nasional12 Juni 2026
    Apple Rilis iOS 27 Beta Developer, Simak…
  • Nasional12 Juni 2026
    Dari Pasal Negara ke Rumah Rakyat
  • Nasional11 Juni 2026
    Indonesia Women Fest 2026 Catat 23.000 P…
  • Nasional8 Juni 2026
    Dari Jakarta, Surat untuk “Maha Guru Kea…
  • Nasional6 Juni 2026
    Cara Cek Penerima PIP Juni 2026 Secara O…

Topik Populer

  • rumah subsidi
  • link live streaming
  • BRI Liga 1
  • bisnis hotel
  • SInar Mas Land
logo

PT YETO MEDIA GRUP
S.K: AHU-054810.AH.01.30. Tahun 2023

Informasi

  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

ERA NETWORK

  • Beritaapm.com
  • Fundflow.id
  • Motoris.id
  • InfoDigital.co.id
Didukung oleh WordPress / Tema: Bloggingpro