Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menjelaskan, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) atau masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri pada Mei 2026 tercatat sebanyak 550.382 perjalanan. Jumlah tersebut turun 6,05 persen dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 585.800 perjalanan.
Secara kumulatif, perjalanan wisnas pada Januari–Mei 2026 mencapai 3,69 juta perjalanan atau turun 3,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,84 juta perjalanan.
“Penurunan perjalanan ke luar negeri terjadi bersamaan dengan meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik destinasi dalam negeri tetap kuat dan semakin menjadi pilihan masyarakat Indonesia,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.
Wamenpar menyampaikan, apabila dibandingkan dengan perjalanan wisnas, Indonesia masih mencatatkan surplus kunjungan wisatawan. Pada Mei 2026, jumlah kunjungan wisman melampaui perjalanan wisnas dengan surplus 0,83 juta kunjungan.
Secara kumulatif sepanjang Januari–Mei 2026, surplus mencapai 2,37 juta kunjungan.
Baca juga: Indonesia Bidik 17,6 Juta Kunjungan Wisman
“Kondisi ini mendukung pencapaian net devisa pariwisata yang positif bagi Indonesia,” kata Ni Luh Puspa.
Okupansi Hotel
Sementara itu, pemulihan sektor akomodasi juga semakin stabil, tercermin dari tingkat hunian rata-rata alias tingkat okupansi hotel bintang.
Pada Mei 2026, tingkat okupansi hotel mencapai 50,76 persen atau meningkat 2,48 poin persentase dibandingkan Mei 2025 yang sebesar 48,28 persen.
Baca juga: Kunjungan Wisman ke Bali Tembus Tujuh Juta
Secara kumulatif pada Januari–Mei 2026, tingkat okupansi hotel bintang mencapai 46,99 persen, naik 2,14 poin persentase dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 44,85 persen.
“Okupansi hotel yang membaik menjadi sinyal positif bagi ekosistem pariwisata karena berhubungan langsung dengan pergerakan wisatawan, pendapatan pelaku usaha, penyerapan tenaga kerja, serta aktivitas ekonomi pendukung di destinasi,” papar Wamenpar.
(*)





