Konsumen Ditawari PPN DTP di Metland Blanjaproperti

Pembeli hunian dapat memanfaatkan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen dalam Metland Blanjaproperti 2026/foto: mtla

“Melalui Metland Blanjaproperti 2026, Metland berharap dapat memberikan pengalaman yang lebih mudah, nyaman, dan menyenangkan bagi masyarakat dalam menemukan hunian impian, sekaligus memperkuat komitmen Perseroan untuk terus menghadirkan produk properti berkualitas yang menjawab kebutuhan pasar,” tutur Olivia.

Sementara itu, Metland mengoleksi penjualan tanah dan bangunan atau penjualan rumah senilai Rp185,79 miliar pada kuartal pertama 2026.

Bacaan Lainnya

Pada periode yang sama 2025, mengutip laporan keuangan PT Metropolitan Land Tbk, emiten properti berkode saham MTLA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini membungkus penjualan rumah Rp94,90 miliar.

Torehan penjualan rumah PT Metropolitan Land Tbk dalam kedua periode itu bila disandingkan memerlihatkan pertumbuhan sekitar 96 persen.

Melejitnya penjualan rumah itu pararel dengan optimisme manajemen Perseroan dalam melakoni tahun 2026.

“Memasuki tahun 2026, Perseroan memandang prospek usaha tetap terbuka dengan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan, seiring dengan kebutuhan masyarakat terhadap hunian dan kawasan terintegrasi serta perkembangan aktivitas komersial dan hospitality,” urai Anhar Sudradjat, presiden direktur PT Metropolitan Land Tbk dikutip dari Laporan Tahunan Perseroan Tahun 2025.

Para pemegang saham Metland per akhir Desember 2025 mencakup PT Metropolitan Persada Internasional sebesar 37,52 persen dan PT Ciputra Nusantara 15,00 persen.

Lalu, PT Yulie Sekuritas Tbk 7,24 persen, Iwan Putra Brasali (komisaris) 2,04 persen, Nanda Widya (komisaris) 1,06 persen, Anhar Sudrajat (presiden direktur) 0,08 persen, Olivia Surodjo (direktur) 0,04 persen, Wahyu Sulistio (direktur) 0,00 persen, Santoso (direktur) 0,00 persen, dan masyarakat 37,02 persen.

 

(*)

Pos terkait