Tingkat Kekosongan Ruang Kantor Jakarta Sentuh 3 Juta M2
Colliers Indonesia menyatakan bahwa hingga semester pertama 2026, jumlah ruang kantor kosong di Jakarta menyentuh sekitar 3 juta meter persegi (m2)-landbank.id-landbank.id
Jakarta, landbank.id- Colliers Indonesia menyatakan bahwa hingga semester pertama 2026, jumlah ruang kantor kosong di Jakarta menyentuh sekitar 3 juta meter persegi (m2).
Ruang kantor kosong itu tersebar di pusat kawasan bisnis (central business district/CBD) dan di luar CBD Jakarta.
Di CBD Jakarta, ruang kantor kosong mencapai sekitar 1,76 juta m2 pada kuartal kedua tahun 2026.
Gedung-gedung premium menyumbang kurang dari 10 persen terhadap total kekosongan di CBD, menunjukkan preferensi yang berkelanjutan untuk ruang berkualitas tinggi, sedangkan gedung-gedung kelas A menyumbang hampir setengah dari kekosongan itu.
Porsi itu dimungkinkan karena penambahan pasokan Gedung kelas A yang cukup besar dalam beberapa tahun terakhir.
Di antara gedung-gedung CBD kelas A, kawasan Sudirman tampaknya memiliki volume ruang kosong terbesar secara absolut. Namun, relatif terhadap total pasokannya, hanya sekitar 18 persen ruang kelas A di Sudirman yang masih kosong.
BACA JUGA:Potret Okupansi Gedung Perkantoran di Jalur Transportasi
Mega Kuningan mencatat tingkat kekosongan yang jauh lebih tinggi, yakni sekitar 40 persen, menunjukkan tekanan sewa yang lebih besar.
Data Colliers Indonesia juga menyebutkan bahwa di luar CBD Jakarta, ruang kantor kosong berjumlah sekitar 1,2 juta m2.
Gedung-gedung kelas B menyumbang sekitar setengah dari kekosongan ini, mencerminkan pangsa pasokan yang dominan dan laju penyerapan penyewa yang lebih lambat. Penambahan proyek-proyek kelas B yang lebih baru juga telah menambah ruang yang tersedia.
Secara keseluruhan, mengutip data Colliers Indonesia, permintaan membaik, tetapi pemulihan tetap lebih terlihat dalam aktivitas relokasi daripada dalam ekspansi pasar baru.
Pendatang baru, termasuk beberapa perusahaan asing, aktif tetapi biasanya membutuhkan ruang yang lebih kecil berkisar 100-500 m2.
BACA JUGA:Bisnis Perkantoran SCBD Jakarta, Riema Chandra: Pasar Paling Menuntut
“Akibatnya, persyaratan ini membantu meningkatkan aktivitas penyewaan tetapi belum cukup besar untuk secara signifikan mengurangi keseluruhan kekosongan dalam jangka pendek,” dilansir riset Colliers Indonesia.
Di luar laju aktivitas penyewaan, pengambilan keputusan penyewa juga mengalami pergeseran struktural.
Relokasi perusahaan tidak lagi didorong terutama oleh biaya sewa, tetapi semakin didorong oleh efisiensi operasional, kesiapan tempat kerja, aksesibilitas, dan pemenuhan ESG.
Akibatnya, gedung-gedung yang menawarkan kantor yang sudah dilengkapi, konektivitas transportasi umum yang unggul, dan sertifikasi bangunan hijau mendapatkan sebagian aktivitas penyewaan yang tidak proporsional meskipun mempertahankan tingkat sewa premium. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan pasar pada masa depan kemungkinan besar akan dipimpin oleh aset yang meminimalkan biaya relokasi sambil meningkatkan ketahanan operasional dan pengalaman karyawan, daripada aset yang hanya bersaing berdasarkan harga.
Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan perkantoran di Jakarta semakin didorong oleh kualitas daripada harga, dengan gedung-gedung yang berlokasi strategis, efisien secara operasional, dan keberlanjutan yang diharapkan akan mengungkuli pasar yang lebih luas dalam beberapa tahun mendatang.
BACA JUGA:Begini Tarif Sewa Ruang Perkantoran Jakarta pada 2026
Hingga semester pertama 2026, masih mengutip data Colliers Indonesia, jumlah total ruang kantor di Jakarta menyentuh 11,4 juta m2.
Di kawasan CBD Jakarta tercatat seluas sekitar 7,4 juta m2, tanpa penyelesaian gedung baru yang tercatat selama kuartal kedua 2026.
Penambahan pada masa mendatang diperkirakan tetap terbatas, dengan Two Sudirman dan Indonesia 1 North Tower dijadwalkan selesai pada tahun 2028 dan 2029.
Pada kuartal kedua 2026, di luar CBD Jakarta, total pasokan perkantoran naik meningkat menjadi sekitar 4,0 juta m2 setelah selesainya dua gedung perkantoran di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.
BACA JUGA:Tiga Faktor Ini Bikin Pasar Perkantoran Kirim Sinyal Pemulihan
(*)