Tambah Gerai, FORE Raup Pendapatan Rp1 Triliun
Rajin tambah gerai, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) meraup pendapatan sekitar Rp1 triliun pada semester pertama 2026-landbank.id-landbank.id
Jakarta, landbank.id- Rajin tambah gerai, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) meraup pendapatan sekitar Rp1 triliun pada semester pertama 2026.
Pendapatan emiten berkode saham FORE di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu tumbuh sekitar 52 persen bila disandingkan dengan raihan pada periode sama 2025.
"Setiap pembukaan gerai baru dijalankan dengan arah yang jelas menuju imbal hasil bagi pemegang saham,” ujar Vico Lomar, presiden direktur PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) dalam keterangan tertulis, dikutip Senin, 27 Juli 2026.
Sepanjang Januari-Juni 2026, perusahaan food and beverage (F&B) ini menambah lebih dari 40 gerai baru. Lebih dari 40 persen di antaranya berlokasi di kota-kota Tier 2 dan Tier 3.
Hal ini mencerminkan meningkatnya permintaan atas pengalaman kopi premium di pasar-pasar tersebut, sekaligus konsistensi manajemen dalam merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan.
BACA JUGA:Tempat Kongkow di Kawasan Cibubur, Ada Talanoa Kopi and Space
Total gerai aktif di bawah Fore Coffee Indonesia mencapai 363 unit, meningkat dari 259 pada semester pertama 2025.
Bersama dengan 10 gerai aktif Fore Donut dan 4 gerai aktif Fore Coffee Singapura, jaringan Grup kini mencakup 377 gerai di lebih dari 60 kota.
“Kami juga menerapkan disiplin yang sama dalam alokasi modal, memastikan setiap rupiah dari dana hasil IPO,” tutur Vico.
FORE menggelar IPO April 2025 dan berhasil mengumpulkan lebih dari Rp353 miliar. Perolehan bersih yang mencapai lebih dari Rp337 miliar dialokasikan secara strategis untuk mendanai pengembangan hingga 140 gerai Fore Coffee baru dan 30 gerai Fore Donut baru.
BACA JUGA:True Land Lengkapi District East dengan Mosslife Coffee
Selain itu, dana hasil IPO juga untuk modal kerja yang diperlukan, demi mengamankan jalurnya untuk mendominasi pada masa depan.
Laba Naik
Sementara itu, selain pendapatan yang melonjak 52 persen, pada semester pertama 2026, EBITDA FORE juga melesat 65 persen year on year (yoy) menjadi Rp216 miliar dari Rp131 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen FORE menyatakan, marjin EBITDA Perseroan melebar menjadi 21,5 persen dari 19,7 persen pada enam bulan pertama 2025.
Laba bersih FORE pada Januari-Juni 2026 tumbuh 34 persen yoy menjadi Rp56,5 miliar, dari semula Rp42 miliar pada periode yang sama setahun sebelumnya.
"Hasil kinerja kami pada semester pertama 2026 merupakan cerminan langsung dari disiplin yang kami terapkan di setiap lini operasional — mulai dari konsistensi produk hingga pengalaman pelanggan di setiap gerai,” ujar Vico.
BACA JUGA:Tanatap Coffee, Tempat Hangout di Jakarta Selatan dengan Nuansa Alam
Dia menegaskan, kinerja semester pertama 2026 juga menunjukkan bahwa keunggulan operasional dan penciptaan nilai bagi pemegang saham bukanlah dua tujuan yang terpisah bagi FORE, keduanya adalah tujuan yang sama.
FORE yang didirikan pada 2018 mengelola brand Fore Coffee dan Fore Donut.
Khusus untuk donat, melanjutkan kesuksesan peluncuran dua gerai pertamanya pada kuartal keempat 2025, Fore Donut membuka delapan lokasi tambahan selama semester pertama 2026, melanjutkan ekspansinya yang cepat, termasuk debutnya di kota baru, Surabaya, Jawa Timur.
Diterimanya sertifikasi halal oleh merek ini pada awal Juli 2026 menandai pencapaian penting, memperkuat kepercayaan konsumen seiring meningkatnya permintaan atas produknya yang khas dibuat secara handmade dengan bahan-bahan lokal yang jujur dan bersahaja.
BACA JUGA:Pasar Donat Memikat, Begini Strategi Fore Donut
Fore Donut selanjutnya akan hadir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, disusul
dengan debutnya di Bandung, semakin memperluas jangkauan merek ini di pasar-pasar utama Indonesia.
(*)