KPIG Raup Pendapatan Rp1,1 Triliun, Tumbuh 15,5 Persen

KPIG Raup Pendapatan Rp1,1 Triliun, Tumbuh 15,5 Persen

PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) meraup pendapatan Rp1,1 triliun atau tumbuh 15,5 persen pada semester pertama 2026 -landbank.id-kpig

Jakarta, landbank.co.id- PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) meraup pendapatan Rp1,1 triliun atau tumbuh 15,5 persen  pada semester pertama 2026 disandingkan periode sama 2025.

Maklum, pendapatan emiten berkode saham KPIG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini masih tercatat sekitar Rp963,95 miliar pada semester pertama tahun lalu.

Manajemen KPIG menyatakan bahwa pertumbuhan pendapatan itu didukung oleh bisnis hospitality yang mencakup hotel, resor, dan golf.

Segmen hospitality mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 22,2 persen pada periode enam bulan pertama 2026 menjadi Rp570,71 miliar dari semula Rp466,95 miliar per akhir Juni 2025.

BACA JUGA:Tambah Saham di KPIG, BHIT: MNC Tourism Semakin Menjanjikan

Kontribusi segmen bisnis hospitality menyumbang sekitar 51,3 persen terhadap total pendapatan KPIG pada semester pertama 2026.

Penyumbang kedua terbesar, yakni segmen manajemen properti dan jasa lainnya juga mencatat pertumbuhan, yakni dari Rp403,33 miliar menjadi sebesar Rp484,68 miliar.

Segmen manajemen properti dan jasa lainnya menyumbang sekitar 44 persen terhadap total pendapatan Perseroan.

KPIG juga punya dua sumber pendapatan lain sepanjang enam bulan pertama 2026, yakni apartemen dan properti lainnya sekitar Rp29,18 miliar dan sewa ruang perkantoran Rp28,56 miliar.

Di sisi lain, laba bersih KPIG tercatat sekitar Rp341,34 miliar sepanjang Januari-Juni 2026, lebih rendah dibandingkan raihan pada periode sama 2025 yang sebesar Rp434,34 miliar.

Per akhir Juni 2026, KPIG membukukan aset Rp36,68 triliun, lebih tinggi bila dibandingkan dengan akhir Desember 2025 yang masih bercokol di level Rp35,99 triliun.

BACA JUGA:MNC Tourism Indonesia Perkuat Modal

Sebaliknya, liabilitas KPIG tercatat turun dari semula Rp7,23 triliun pada akhir 2025 menuju ke posisi Rp6,74 triliun per akhir Juni 2026.

Penguatan juga terlihat di lini ekuitas. Per akhir Juni 2026, ekuitasa KPIG berada di angka Rp29,93 triliun, sedangkan akhir 2025 sekitar Rp28,77 triliun.

 

Lido City dan Bisnis Hotel

Sementara itu, Perseroan secara agresif mendoron kemajuan konstruksi berbagai aset premium di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MNC Lido City.

Pembangunan fasilitas unggulan seperti Hyatt Regency Lido Resort-Tower Wing, Trump Clubhouse, Trump Private Clubhouse Tahap 2, dan Lido Hill saat ini terus berjalan sesuai jadwal.

BACA JUGA:Kuartal Pertama 2026, Bisnis Hospitality MNC Tourism Indonesia Menguat

Menurut manajemen KPIG, didukung dengan tingginya antusiasme publik terhadap fasilitas yang sudah beroperasi, percepatan penyelesaian proyek-proyek tersebut sejalan dengan visi KEK MNC Lido City untuk menjadi destinasi pariwisata terintegrasi kelas dunia di Asia Tenggara.

Manajemen KPIG juga menerangkan bahwa di Bali, The Westin Resort Nusa Dua telah merampungkan seluruh tahap pembangunan fasilitas Kids Club terbaru pada Juni 2026.

Pembaruan fasilitas ini dilakukan untuk memertahankan daya saing hospitality sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pilihan hotel keluarga yang terbaik.

Di samping itu, Perseroan mengambil langkah strategis berupa rebranding Next Hotel Yogyakarta menjadi Swiss-Belinn Yogyakarta untuk meningkatkan standar layanan dan memperluas jangkauan pasar.

Di Jakarta, jelas manajemen KPIG, Park Hyatt Jakarta memerkenalkan Atelier 23, hasil rebranding fasilitas F&B di lantai 23 menjadi destinasi all-day dining dan patisserie kontemporer yang artistik.

BACA JUGA:Pembangunan MNC Lido City Terus Berdenyut

Per akhir Juni 2026, para pemegang saham KPIG terdiri atas PT MNC Asia Holding Tbk 19,20 persen, UOB Kay Hian Hongkong Ltd sebesar 14,65 persen, dan HT Investment Development Tbk 8,18 persen.

Lalu, Hary Tanoesoedibjo 0,86 persen, Liliana Tanaja 0,07 persen, Henry Suparman 0,02 persen, Junita Sari Ujung 0,01 persen, Andrian Budi Utama 0,00 persen, M Budi Rustanto 0,00 persen, Michael Stefan Dharmajaya 0,00 persen, Edi Yanto 0,00 persen, Ridawaty 0,00 persen, dan masyarakat 57,01 persen.

 

(*)