Bagaimana Lionel Messi Dibuat Repot Oleh Cape Verde, Negara Berpenduduk ¼ Depok?
Dalam dunia sales, resources membuka peluang, tetapi resourcefulness yang mencapai target dan memenangi penjualan-dok pribadi-
Oleh: Christian Adrianto *)
BAYANGKAN sejenak.
- Lionel Messi.
- Juara dunia bertahan Argentina.
- Skuad yang nilainya miliaran dolar.
Di hadapan mereka berdiri sebuah negara yang bahkan jumlah penduduknya hanya sekitar 500 ribu orang (sekitar ¼ penduduk Depok).
Hampir semua orang mengira pertandingan itu akan menjadi formalitas.
Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Cape Verde menolak menyerah.
BACA JUGA:Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Norwegia vs Inggris, Argentina Tantang Swiss
Mereka memaksa Argentina bekerja hingga babak extra time. Bahkan mereka dua kali berhasil menyamakan kedudukan, membuat sang juara dunia tidak pernah benar-benar merasa aman hingga akhirnya menang tipis 3-2 pada menit ke-111.
Ingat, sebelumnya Cape Verde juga berhasil menahan imbang Spanyol, sang juara Piala Eropa 2024.
Lalu dunia pun bertanya:
Bagaimana mungkin negara sekecil Cape Verde mampu membuat Argentina begitu kerepotan?
Jawabannya sederhana.
Bukan karena mereka memiliki resource paling besar.
Tetapi karena mereka memaksimalkan setiap resource yang mereka miliki.
BACA JUGA:2026, Sentul City Bidik Marketing Sales Rp1,73 Triliun
Mereka datang dengan:
- Persiapan.
- Disiplin.
- Strategi.
- Keyakinan bahwa mereka bisa membuat sejarah.
Dan itulah yang membedakan RESOURCE dengan RESOURCEFULNESS.
Banyak Sales Hari Ini Terjebak pada "Resources"
Mengeluh:
- "Pasar sedang sulit."
- "Daya beli melemah."
- "Kompetitor semakin agresif."
- "Target semakin tinggi."
BACA JUGA:Permintaan Residensial Tangguh, BSDE Raih Marketing Sales Rp2,54 Triliun
Lalu kita mulai mencari alasan.
- "Kalau saja database saya lebih banyak..."
- "Kalau saja harga produk saya lebih murah..."
- "Kalau saja marketing perusahaan lebih bagus..."
Semua itu adalah resources.
Memang membantu.
Tetapi bukan penentu kemenangan.
Sales hebat bukan selalu yang memiliki prospek paling banyak.
Mereka adalah orang yang mampu mengubah satu prospek menjadi pelanggan.
Mereka bukan yang memiliki produk paling murah.
Mereka mampu menunjukkan nilai produknya.
Mereka bukan yang memiliki wilayah terbesar.
Mereka mampu menggali peluang dari wilayah yang sama ketika sales lain berhenti setelah satu penolakan.
BACA JUGA:APLN Incar Marketing Sales Rp1,5 Triliun
Mereka:
- Melakukan follow up ketiga.
- Follow up kelima.
- Bahkan follow up kesepuluh.
Ketika sales lain berkata,
«"Pasar sedang sepi."»
Mereka justru bertanya,
«"Strategi apa yang harus saya ubah?"»
Itulah Resourcefulness.
Cape Verde Memberikan Pelajaran Besar
Mereka tidak bisa memilih lahir sebagai negara kecil.
Tetapi mereka bisa memilih cara bertanding.
Demikian juga seorang sales.
Kita tidak selalu bisa memilih kondisi ekonomi.
Kita tidak bisa memilih kompetitor.
Kita tidak bisa mengendalikan kebijakan perusahaan.
BACA JUGA:Incar Marketing Sales Rp4,3 Triliun, PANI Andalkan Residensial
Tetapi kita selalu bisa memilih untuk:
- Datang lebih siap.
- Belajar lebih banyak.
- Follow up lebih konsisten.
- Mendengarkan pelanggan lebih baik.
- Berjuang lebih lama daripada kompetitor.
Di situlah kemenangan mulai tercipta.
Dalam dunia sales, pertanyaan terbesar bukanlah,
"Apa yang saya miliki?"
Tetapi,
"Apa yang bisa saya lakukan dengan apa yang saya miliki?"
Karena pada akhirnya...
Resources membuka peluang.
Tetapi Resourcefulness yang Mencapai Target dan Memenangi Penjualan.
*)Motivator | Sales Performance & Leadership Coach
BACA JUGA:2026, KIJA Tingkatkan Target Marketing Sales