Gedung Premium Jadi Pendorong Pasar Perkantoran

Konsultan properti Colliers Indonesia menyatakan bahwa pasar perkantoran Jakarta menunjukkan momentum positif pada kuartal ketiga 2025/foto: landbank.co.id

Jakarta, landbank.co.id– Konsultan properti Colliers Indonesia menyatakan bahwa pasar perkantoran Jakarta menunjukkan momentum positif pada kuartal ketiga 2025.

Indikasi pasar perkantoran Jakarta itu terlihat dari tingkat okupansi yang meningkat, sedangkan pasokan baru tetap terbatas.

Bacaan Lainnya

Gedung kelas premium dan grade A diperkirakan tetap menjadi pendorong utama pasar perkantoran, dengan proyeksi kenaikan sewa sekitar 2 persen per tahun selama periode 2025–2028.

Seiring dengan pemulihan pasar yang berlangsung secara bertahap, para pengembang kini lebih hati-hati dan fokus pada peluang pertumbuhan jangka panjang.

Baca juga: Ada 400 Ruang Kantor Premium di Menara Jakarta

“Mereka menanti tanda-tanda  peningkatan permintaan ruang kantor sebelum memulai proyek baru,” dilansir riset Colliers Indonesia.

Perluasan jaringan Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT) yang berkelanjutan akan meningkatkan konektivitas kota secara signifikan dan mendukung permintaan ruang kantor dalam jangka panjang.

“Daya tarik Jakarta bagi perusahaan multinasional, ditambah dengan pengembangan infrastruktur seperti perluasan jaringan MRT dan LRT, memperkuat peran kota sebagai pusat bisnis utama dan meningkatkan aksesibilitas secara keseluruhan,” tutur Ferry Salanto, head of Research Colliers Indonesia dikutip Senin, 1 Desember 2025.

Untuk mendukung pertumbuhan sewa, para pemilik gedung memprioritaskan peningkatan kualitas fasilitas, seperti penyediaan amenitas yang lebih lengkap, penggunaan lantai yang ditinggikan, serta penerapan sertifikasi bangunan hijau.

Meskipun langkah ini memerlukan investasi besar, dikutip dari riset Colliers Indonesia, peningkatan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing selama masa pemulihan dan memastikan kerberlanjutan posisi pasar mereka pada masa depan.

Menjelang akhir tahun, rata-rata tarif sewa diperkirakan tumbuh moderat dibandingkan dengan akhir 2024.

Baca juga: Leads Property: Pasokan Perkantoran di Luar CBD Jakarta Stabil

Kenaikan lebih lanjut berkisar 2–3 persen diproyeksikan terjadi hingga akhir 2026, didorong oleh tingkat okupansi yang tetap solid di kalangan pemilik gedung.

Pos terkait