Landbank.co.id
Beranda Pasar Modal Begini Realisasi Penggunaan Dana Hasil IPO Emiten Properti Tahun 2023

Begini Realisasi Penggunaan Dana Hasil IPO Emiten Properti Tahun 2023

Tiga emiten properti mengaku telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum (dana hasil IPO) di Bursa Efek Indonesia/foto: landbank.co.id

Jakarta, landbank.co.id– Tiga emiten properti mengaku telah merealisasikan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham atau dana hasil IPO dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Realisasi penggunaan dana hasil IPO tersebut mengacu kepada rencana yang tercantum di prospektus masing-masing emiten properti.

Pemanfaatan dana hasil IPO itu mulai dari untuk pembayaran utang, pengembangan proyek hingga untuk modal kerja.

Salah satu emiten properti itu, yakni PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) dalam laporannya kepada BEI menyebutkan, dari rencana penggunaan dana untuk pembayaran utang sebesar Rp151,92 miliar, per 31 Desember 2023 telah dilaksanakan seluruhnya.

Lalu, untuk rencana penggunaan dana dalam pembangunan proyek Samarinda sebesar Rp35,07 miliar, telah direalisasikan sebesar Rp20,26 miliar.

Selain itu, kata manajemen GRIA, untuk modal kerja telah terealisasi Rp4,99 miliar dari rencana Rp13,11 miliar.

Per 31 Desember 2023, sisa dana hasil IPO GRIA tercatat sebesar Rp19,48 miliar.

Dari IPO saham yang efektif pada 8 Agustus 2023, GRIA meraih dana Rp207 miliar. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp3,44 miliar, hasil realisasi bersih Rp203,55 miliar.

Baca Juga:  Tak Hanya Jumbo, Lima Emiten Properti Ini Mampu Mengerek Laba Bersih: Total Raup Rp4 Triliun Lebih

Emiten properti lainnya, yakni PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) mengantongi dana Rp70,20 miliar dari IPO saham yang efektif 30 Januari 2023. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp2,98 miliar, hasil bersih yang diraih Rp67,21 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi manajemen VAST, per 31 Desember 2023, telah direalisasikan Rp16 miliar untuk pelunasan seluruh pinjaman berelasi kepada PT Bhinneka Kreasi Perdana. Realisasi itu sesuai dengan rencana.

Lalu, VAST telah merealisasikan Rp9,20 miliar untuk biaya operasional dan Rp5,58 miliar untuk biaya pengalihan tanah dan bangunan termasuk BPHTB, PPN, biaya notaris, dan biaya lainnya.

Halaman: 1 2

Iklan