TRINLAND Yakin Semester Kedua Kian Moncer

PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) atau TRINLAND memroyeksikan pendapatan Perseroan meningkat signifikan mulai semester kedua 2026/foto: capture trin

Di sisi lain, Perseroan mencatat perbaikan fundamental melalui efisiensi operasional, tercermin dari penurunan beban pokok penjualan secara signifikan sebesar 97,6 persen menjadi Rp2,5 miliar dari sebelumnya Rp105 miliar.

Lalu, per akhir Maret 2026, emiten properti berkode saham TRIN ini mencatat peningkatan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar 62,3 persen menjadi Rp2,3 miliar disandingkan dengan periode sama 2025 yang senilai Rp1,4 miliar.

Bacaan Lainnya

Perseroan tetap optimistis terhadap prospek bisnis tahun ini dan masa mendatang, didukung oleh kinerja dan minat pasar yang terus meningkat pada proyek-proyek unggulan yang masih on going, antara lain Sequoia Hills di Sentul dan Collins Boulevard (tower 2) di Tangerang. Kemudian, Holdwell Business Park di Lampung dan Marc’s Boulevard di Batam.

Selain itu, proyek pusat data (data center) dan perhotelan (hospitality) yang Perseroan rencanakan juga terus mendapat perhatian banyak investor.

Baca juga: Lego Sebagian Saham Anak Usaha, TRIN Berharap Kian Optimal

“Fundamental bisnis kami tetap kuat. Penjualan berjalan sangat baik, proyek berjalan sesuai timeline, dan serah terima unit akan menjadi katalis utama kinerja keuangan di kuartal-kuartal berikutnya,” kata Gregorius.

Dengan pipeline proyek yang telah berjalan dan backlog penjualan yang terus bertambah, Perseroan optimistis kinerja tahun 2026 akan mencerminkan pertumbuhan yang lebih kuat seiring dengan terealisasinya pengakuan pendapatan dari unit-unit yang telah terjual.

Per akhir Maret 2026, pemegang saham TRIN terdiri atas PT Kunci Daud Indonesia sebesar 35,78 persen, PT Intan Investama Internasional 27,28 persen, dan PT Panca Muara jaya 5,82 persen.

Baca juga: Triniti Land Dongkrak Penjualan

Lalu, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo 3,92 persen, Ishak Chandra 3,92 persen, Septian Starlin 0,00 persen, Johanes l andayaprana 0,02 persen, Gregorius Seloko Uyanto 0,00 persen, masyarakat 24,89 persen, dan saham treasuri 1,32 persen.

 

(*)

Pos terkait