Begini Tingkat Hunian Rumah Subsidi Tahun 2026
BP Tapera menyatakan bahwa sebanyak 68.250 rumah subsidi atau 93,38 persen dinyatakan telah dihuni sesuai ketentuan-landbank.id-danantarahousingexpo.id
Tingkat Hunian Sulsel
Sementara itu, temuan BP Tapera di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) memerlihatkan bahwa tingkat keterhunian rumah subsidi di kabupaten itu mencapai 95,01 persen.
Angka itu menjadi salah satu indikator penting dalam memastikan pembiayaan perumahan Sejahtera FLPP dimanfaatkan sesuai dengan tujuan program.
BACA JUGA:Oleh-oleh Monev Rumah Subsidi di Kalsel
Raihan yang dicatat Kabupaten Maros lebih tinggi dibanding angka rata-rata tingkat keterhunian rumah FLPP secara nasional.
Anggota Komite Tapera, Eko D Heripoerwanto, menyatakan bahwa Sulsel menempati peringkat ketiga terbesar realisasi penyaluran FLPP secara nasional.
Capaian tersebut, jelas dia, menunjukkan kontribusi Sulsel dalam mendukung program perumahan nasional, khususnya di kawasan Indonesia timur.
Dia berharap Pemerintah Kabupaten Maros terus menjaga komitmen dalam memberikan pelayanan dan mendukung pelaksanaan program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
BACA JUGA:Monev Tapera di Jawa Barat, Ini Faktanya
Menanggapi hal tersebut, Bupati Maros Bupati Maros AS Chaidir Syam menyatakan, pemerintah daerah siap mendukung pengembangan sektor perumahan antara lain terkait perizinan, PSU, akses jalan dan hal lainnya.
Pemkab Maros, kata dia, terbuka untuk memfasilitasi pengembang yang ingin berinvestasi di daerah tersebut.
Sementara itu, Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi BP Tapera, Wilson Lie Simatupang, mengatakan pemerintah menargetkan penyaluran 350 ribu unit rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2026.
Target tersebut meningkat dibandingkan realisasi penyaluran FLPP pada tahun sebelumnya. Realisasi FLPP secara nasional pada 2025 mencapai sekitar 181 ribu rumah.
BACA JUGA:Simak Temuan Monev Rumah Subsidi BP Tapera di Padang