Emiten Ini Raup Rp2,72 Triliun dari Kawasan Industri
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat pendapatan dari bisnis kawasan industri sebesar Rp2,72 triliun sepanjang Januari-September 2026-landbank.id-akra
Jakarta, landbank.co.id- Bisnis kawasan industri masih cukup menjanjikan sepanjang Januari-September 2026.
Hal itu tercermin dari raihan pendapatan segmen kawasan industri yang dibukukan oleh sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Salah satu pemain kawasan industri, yakni PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) termasuk yang mencatat pertumbuhan pendapatan.
BACA JUGA:AKRA Raup Rp1,71 Triliun dari Kawasan Industri
Mengutip laporan keuangan Perseroan, emiten berkode saham AKRA di Bursa Efek Indonesia itu mencatat pendapatan dari bisnis kawasan industri sebesar Rp2,72 triliun.
Angka itu melejit sekitar 143 persen bila disandingkan dengan torehan Januari-September 2025 yang masih bertengger di posisi Rp1,12 triliun.
Segmen tersebut mencakup penjualan tanah kawasan industri serta listrik dan utilitas lainnya.
Saat ini, bagi AKRA pendapatan dari segmen kawasan industri melengkapi pendapatan utama, yaitu dari segmen perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang per akhir September 2026 mengoleksi pendapatan sekitar Rp35,28 triliun.
BACA JUGA:AKRA Bayar Dividen Tunai Pekan Depan
AKRA juga pendapatan terbesar kedua, yakni dari segmen kimia dasar dan lainnya yang per akhir September 2026 mendekati sekitar Rp6,78 triliun.
Pasar Jabodetabek
Sementara itu, dalam catatan Colliers Indonesia, pPasar lahan industri di Jabodetabek pada awal tahun 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang lebih moderat; aktivitas pasar relatif stabil, namun disertai dengan sikap yang lebih berhati-hati di kalangan investor.
Permintaan tetap ada, baik dari investor domestik maupun asing, tetapi sebagian besar masih dalam tahap penjajakan dengan menerapkan pendekatan wait-and-see di tengah volatilitas ekonomi global yang terus berlanjut.