Selain Kopassus, PKP Akan Bangun Rusun TNI AL

Selain Kopassus, PKP Akan Bangun Rusun TNI AL

Kasal menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit TNI AL.

“Terima kasih kepada Kementerian Perumahan dan juga kepada BPS yang membantu pendataan. Ini wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit Angkatan Laut,” ucap Kasal.

Dirjen Perumahan dan Perkotaan, Sri Haryati, menambahkan bahwa saat ini masih dalam tahap rencana alokasi penganggaran, di mana terdapat dua alternatif, yaitu bangunan 3 lantai dengan nilai sekitar Rp28–32 miliar dan bangunan 4 lantai senilai sekitar Rp43 miliar.

Rumah Susun Wisma Arunika dirancang dalam dua tipe bangunan, yakni bangunan 3 lantai dan 4 lantai, dengan total luas lahan minimal mencapai sekitar 3.000 meter persegi.

Baca juga: Belajar dari Rusun Pasar Rumput

Untuk bangunan tiga lantai, luas total bangunan mencapai 2.767,68 meter persegi dengan 44 unit hunian yang dapat menampung hingga 176 personel.

Sementara itu, tipe empat lantai memiliki luas bangunan 3.674,79 meter persegi, terdiri dari 60 unit hunian, dan mampu menampung 240 personel.

 

Rusun Kopassus

Sementara itu, Menteri PKP menyampaikan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan rusun bagi prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Solo, Jawa Tengah.

Menteri Ara mengatakan bahwa pembangunan rusun ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit TNI, khususnya anggota Kopassus yang selama ini masih mengalami kekurangan unit rumah dinas.

“Kita hari ini membicarakan persiapan untuk pembangunan rusun bagi prajurit TNI AD, khususnya Kopassus di Solo, untuk tahun ini. Ini sesuai dengan aspirasi dari beliau dan juga sudah saya diskusikan dengan Panglima TNI,” ujar Menteri Ara.

Baca juga: Rusun Subsidi Kian Menjadi Perhatian

Lebih lanjut, Menteri Ara menjelaskan bahwa program Tapera dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) akan diarahkan untuk turut mendukung pembiayaan dan semangat gotong royong dalam penyediaan hunian layak bagi para prajurit.

Sementara itu, Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letjen TNI Djon Afriandi menjelaskan bahwa saat ini terdapat kekurangan sekitar 67 unit rumah bagi prajurit di wilayah Solo.