Penjualan Apartemen PP Properti Meninggi

Penjualan Apartemen PP Properti Meninggi

Sepanjang Januari-September 2026, PT PP Properti Tbk (PPRO) membukukan pertumbuhan penjualan apartmen sekitar 30 persen-landbank.id-danantarahousingexpo.id

Untuk bisnis rumah tapak, PPRO antara lain mengusung Permata Puri Cibubur, Depok (Jawa Barat) dan Perumahan Bukit Permata Puri, Ngaliyan, Semarang (Jawa Tengah).

BACA JUGA:Pasar Apartemen Jakarta Semakin Selektif

Di luar penjualan apartemen, PPRO punya sumber pendapatan yang cukup kuat lainnya, yakni dari bisnis hotel (hospitality).

Per akhir September 2026, pendapatan hotel Perseroan naik tipis dibandingkan dengan periode sama 2025, yakni dari Rp64,82 miliar menjadi senilai Rp65,14 miliar.

Lini bisnis hotel menyetor sekitar 26 persen terhadap total pendapatan perusahaan berdiri sejak tahun 2013 tersebut.

 

Fokus Fundamental 

Sementara itu, secara keseluruhan, pada Januari-September 2026, pendapatan PPRO tumbuh sekitar 9 persen dari Rp230,97 miliar menjadi sebesar Rp251,30 miliar.

BACA JUGA:Begini Cara Membeli Apartemen Terkini

Sementara itu, PPRO membukukan rugi bersih sebesar Rp291,06 miliar per akhir September 2026, melonjak bila disandingkan dengan periode sama 2025 yang masih sekitar Rp37,03 miliar.

Manajemen PPRO pernah mengatakan bahwa pihaknya terus menjalankan langkah strategis dalam penataan fundamental perusahaan dan penguatan tata kelola secara menyeluruh dalam rangka memastikan keberlanjutan usaha jangka panjang.

Langkah strategis dilakukan sebagai bagian dari program strategis perusahaan untuk memastikan keberlanjutan usaha dalam menghadapi dinamika industri properti dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Direktur Utama PT PP Properti Tbk, Dyah Rahadyannie, PPRO terus memerkuat fundamental bisnis melalui pengembangan proyek yang selektif, berorientasi pada kebutuhan pasar, serta didukung inovasi produk dan skema pembiayaan yang semakin mudah dijangkau.

BACA JUGA:Konsumen Pengguna Terus Mendominasi Apartemen Jakarta

Dia mengatakan, PPRO meyakini bahwa kolaborasi strategis antara pemerintah, BUMN, lembaga pembiayaan, dan pelaku industri akan menjadi faktor penting dalam memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki hunian sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti nasional.