Kinclongnya Bisnis Hotel Summarecon
Bisnis hotel PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) terus bergulir, bahkan mencatat pertumbuhan pada semester pertama 2026-landbank.id-discoverasr.com
Jakarta, landbank.co.id- Bisnis hotel PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) terus bergulir, bahkan mencatat pertumbuhan pada semester pertama 2026.
Mengutip data Perseroan, pada enam bulan pertama 2026, lewat bisnis hotel, emiten berkode saham SMRA di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu mengoleksi pendapatan Rp220,42 miliar.
Angka itu tumbuh sekitar 10 persen bila disandingkan dengan raihan pada periode sama 2025 yang menyentuh sekitar Rp200,09 miliar.
Bagi pengembang properti yang berdiri sejak 26 November 1975 itu kehadiran hotel untuk melengkapi proyek properti berskala kota (township) yang dikembangkan Perseroan.
Saat ini, Summarecon memiliki Sembilan proyek township yang terletak di berbagai kota di Indonesia.
Selain itu, tentu saja bisnis hotel punya andil dalam Summarecon mendulang pendapatan berkelanjutan (recurring income).
BACA JUGA:Bisnis Mal Summarecon Terus Berkibar, Raup Lebih Rp1 Triliun
Untuk recurring income, selain hotel, Perseroan juga memasang bisnis pusat perbelanjaan modern (mal). Pendapatan berkelanjutan punya andil berksiar 25-27 persen terhadap total pendapatan Summarecon.
Saat ini, Summarecon memiliki lima hotel yang tersebar di sejumlah kota, yakni Harris Hotel & Convention Kelapa Gading (DKI Jakarta) dan Pop Hotel Kelapa Gading (DKI Jakarta).
Lalu, Harris Hotel & Convention Bekasi (Jawa Barat), Movenpick Resort & Spa (Bali), dan Harris Hotel & Convention Serpong (Banten).
BACA JUGA:Bisnis Hotel JSPT Masih Kinclong
Kelima hotel itu mencakup hotel budget, hotel bintang empat, dan hotel bintang lima dengan total kapasitas 1.484 kamar.
Hotel teranyar Summarecon adalah Harris Hotel & Convention Serpong yang secara resmi beroperasi sejak Maret 2026.