Penjualan Rumah JRPT Terus Bergulir, Raup Rp343 Miliar

Penjualan Rumah JRPT Terus Bergulir, Raup Rp343 Miliar

Penjualan rumah PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) terus bergulir. Bahkan, pada paruh pertama 2026, nilai penjualan unit bangunan Perseroan mencetak pertumbuhan sekitar 13 persen-landbank.id-bintarojaya.id

BACA JUGA:KPR Cermat BNI Tawarkan Diskon Bunga, Ini Syaratnya

Lalu, mengutip data SHPR BI, pembelian rumah primer melalui pembayaran tunai bertahap dan tunai pada triwulan kedua 2026 masing-masing memiliki pangsa sebesar 20,60 persen dan 9,35 persen.

Perilaku konsumen memanfaatkan KPR dalam pembelian rumah primer untuk periode triwulan kedua, cenderung menurun dalam rentang tahun 2022 hingga 2026.

Mengutip data SHPR BI, pada 2022 porsinya 74,97 persen, lalu sempat meningkat ke level 76,02 persen pada triwulan kedua 2023.

Setelah itu, pada triwulan kedua tahun 2024 hingga 2026 terus menurun, yakni dari posisi 75,52 persen pada 2024 menjadi 73,06 persen pada 2025. Bahkan, menyentuh 70.05 persen pada triwuan kedua 2026.

BACA JUGA:Pertumbuhan Penjualan Rumah DUTI Tembus 39 Persen

Sebaliknya, pembelian rumah primer secara tunai mengalami tren peningkatan. Pada triwulan kedua 2022 porsinya masih 8,42 persen.

Sempat turun ke angka 6,73 persen pada 2023, lalu naik menjadi 7,38 persen pada 2024. Kembali naik pada 2025 ke posisi 9,19 persen dan akhirnya naik ke level 9,35 persen pada 2026.

Kondisi serupa terjadi dalam pola pembelian rumah dengan skema tunai bertahap. Untuk periode triwulan kedua rentang 2022 hingga 2026 juga mencatat peningkatan.

Masih mengutip data SHPR BI, pada triwulan kedua 2022 porsinya masih 16,61 persen. Lalu meningkat ke posisi 17,25 persen pada 2023.

Sempat turun ke posisi 17,10 persen pada 2024, namun kembali menanjak setahun kemudian, yakni menjadi 17,75 persen. Bahkan, kembali membesar pada 2026, yaitu sebesar 20,60 persen.

BACA JUGA:Natura City Mengoleksi Pertumbuhan Penjualan Rumah 14 Persen

Pada triwulan kedua 2026, hasil survei BI mengindikasikan secara keseluruhan penjualan properti residensial di pasar primer membaik meski masih mengalami kontraksi sebesar 2,36 persen (year on year/yoy), tidak sedalam kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 25,67 persen (yoy). 

“Perbaikan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan rumah tipe kecil dan besar, sementara penjualan rumah tipe menengah masih terbatas,” tutur Ramdan.