Begini Penjualan Rumah Intiland Development Lima Tahun Terakhir

Begini Penjualan Rumah Intiland Development Lima Tahun Terakhir

Penjualan rumah menyumbang sekitar 31,76 persen terhadap total pendapatan DILD pada 2025 yang menyentuh sekitar Rp2,46 triliun.

Baca juga: Intiland Development Bukukan Pendapatan Rp1,69 Triliun

Mengutip data Perseroan, hingga 2025, kawasan perumahan yang dikembangkan oleh DILD tercatat sebanyak 14 proyek yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya, serta di Surabaya dan sekitarnya.

Di Jakarta dan sekitarnya, kawasan perumahan yang dimiliki DILD mencakup Serena Hills, Talaga Bestari, Magnolia Residence, South Grove, Virya Semanan, 1Park Homes, Pinang Residence, dan Brezza.

Lalu, di Surabaya dan sekitarnya terdiri atas Graha Famili, Graha Natura, Amesta Living, Tierra Residential, dan Plaza Segi Delapan.

Porsi kedua terbesar dalam menyumbang pendapatan DILD datang dari segmen kawasan industri, yakni 25,32 persen.

Di segmen ini, Perseroan memiliki tiga peluru, yaitu Aeoropolis Technopark, Ngoro Industrial Park, dan Batang Industrial Park.

Baca juga: Mengintip Otot Bisnis Perumahan Intiland

Selain itu, deretan penyumbang terhadap pundi-pundi DILD mencakup segmen fasilitas sebesar 21,66 persen, segmen perkantoran 10,29 persen, segmen high rise 9.03 persen, hotel 1,87 persen, dan pendapatan lain-lain 0,06 persen.

Secara keseluruhan, pendapatan DILD tahun 2025 turun sekitar 4 persen dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni dari Rp2,55 triliun menjadi Rp2,46 triliun.

Penurunan pendapatan terlihat ikut memengaruhi raihan laba bersih DILD tahun 2025. Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, pada 2025, laba bersih DILD terlihat anjlok sekitar 63,42 persen menjadi Rp64,26 miliar dari semula Rp174,76 miliar.

Sementara itu, jumlah aset DILD pada 2025 tercatat sebesar Rp13,11 triliun, sedangkan setahun sebelumnya sekitar Rp13,70 triliun.

Baca juga: Ada Bebas BPHTB dalam Hot Summer Sale Intiland

Penurunan juga terlihat di lini liabilitas, yakni dari semula Rp6,95 triliun menjadi senilai Rp6,33 triliun.

Sebaliknya, jumlah ekuitas DILD terlihat meningkat dari Rp6,74 triliun menjadi sebesar Rp6,78 triliun pada 2025.