Nyaris 2.500 Apartemen akan Pindah Tangan

Nyaris 2.500 Apartemen akan Pindah Tangan

Sementara itu, selama tiga tahun terakhir, tingkat imbal hasil sewa apartemen tetap relatif stabil, bertahan di kisaran 4 persen.

Dilihat dari perspektif lokasi, kawasan pusat bisnis atau central business district (CBD) secara konsisten mencatat hasil sewa tertinggi dan paling stabil—sebesar 4,3 persen selama tiga tahun terakhir— hal tersebut turut didukung oleh penyewa korporat, ekspatriat, dan profesional yang mencari fasilitas premium di lokasi strategis.

Pada kuartal pertama 2025, harga penawaran rata-rata tercatat sebesar Rp35,77 juta per meter persegi, mencerminkan kenaikan sebesar 0,1 persen secara kuartal (quarter on quarter/QoQ) dan 0,3 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Kenaikan harga paling signifikan terjadi di Jakarta Selatan, di mana beberapa proyek menyesuaikan harga hingga 6 persen pada awal tahun.

Penyesuaian ini sejalan dengan serah terima proyek-proyek baru yang telah selesai dibangun, unit-unit baru secara umum mengalami kenaikan harga, terutama pada bulan-bulan awal setelah tahap penyelesaian.

“Untuk menarik calon pembeli, pengembang terus menawarkan berbagai insentif. Promosi yang paling sering ditawarkan meliputi pemberian voucher furnitur gratis, diskon biaya pemesanan, dan bebas biaya pengelolaan selama 1–2 tahun, ditambah dengan insentif PPN 100 persen yang masih berlaku,” ujar Ferry Salanto, head of Research Colliers Indonesia dikutip Kamis, 25 Juni 2025.

Baca juga: Penjualan Apartemen Masih Bergulir, 45 Ribu Unit Belum Terjual

Colliers juga menilai bahwa beberapa proyek menawarkan jaminan imbal hasil sewa, baik dalam bentuk jaminan sewa selama satu tahun—dibayarkan setiap bulan—atau cashback tetap sebesar Rp5 juta per bulan selama dua tahun, yang ditujukan untuk menarik pembeli yang ingin membeli unit tersebut sebagai bagian dari portofolio investasi mereka.

 

Instrumen Investasi

Colliers Indonesia menyimpulkan bahwa meskipun apartemen mungkin tampak menjanjikan sebagai instrumen investasi, apartemen tetap menawarkan pengembalian yang relatif rendah dibandingkan dengan opsi lain.

Sebagai perbandingan, jelas Colliers Indonesia, opsi alternatif seperti obligasi pemerintah sepuluh tahun dan suku bunga deposito bank terbukti lebih menguntungkan, dengan hasil kotor masing-masing sekitar 7 persen dan 5 persen, menurut Trading Economics.

“Dengan perbedaan tersebut, memilih apartemen sebagai investasi jangka panjang yang layak akan tetap menjadi tantangan,” dilansir Colliers Indonesia.

Baca juga: Peta Kondominium Jakarta dalam Radar Leads Property

Selain itu, kurangnya pergerakan sejalan dengan laju penjualan apartemen yang secara historis tenang.