Ada Peluang Emas Spot Menguat, Dupoin: Level US$4.013 Menjadi Area Penting

Ada Peluang Emas Spot Menguat, Dupoin: Level US$4.013 Menjadi Area Penting

Dupoin Futures Indonesia memproyeksikan pergerakan harga emas masih berpeluang bullish selama mampu bertahan di atas level support US$4.013 per troy ounce.--Tangkapan Layar MT5

Jakarta, landbank.co.id - Harga emas dunia atau XAU/USD berpeluang melanjutkan penguatan dalam perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026.

Dupoin Futures Indonesia memproyeksikan pergerakan harga emas masih berpeluang bullish selama mampu bertahan di atas level support US$4.013 per troy ounce.

Berdasarkan analisis teknikal tersebut, level US$4.013 menjadi area penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar untuk mengukur peluang kenaikan harga emas selanjutnya.

"Selama level US$4.013 menjadi support, target kenaikan menuju level US$4.124 per troy ounce," tulis Dupoin dalam keterangannya dikutip Kamis, 29 Oktober 2026.

BACA JUGA:Pengusaha AS Diajak Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia

Dupoin juga mengungkapkan, level tersebut menjadi target kenaikan yang perlu diperhatikan trader dalam perdagangan hari ini.

Meski demikian, Dupoin mengingatkan, apabila harga emas menembus ke bawah US$4.013, skenario bullish berpotensi melemah dan harga diperkirakan bergerak menuju level US$3.982 hingga US$3.963 per troy ounce.

"Di bawah US$4.013, perkiraannya menuju US$3.982 dan US$3.963," terangnya.

Dengan begitu, level US$4.013 menjadi penentu arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

Harga Emas Masih Bergerak di Antara Support dan Resistance

Dalam tinjauan teknikalnya, Dupoin menyebut harga emas masih berfluktuasi di antara level support pertama dan resistance.

BACA JUGA:ISFEX 2026 Digelar 5–8 November, Targetkan 17.000 Pengunjung

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar perlu mencermati pergerakan harga di sekitar level-level teknikal utama sebelum menentukan arah transaksi.

Selama support US$4.013 mampu dipertahankan, peluang kenaikan menuju US$4.124 masih terbuka. Sebaliknya, penembusan ke bawah level tersebut dapat meningkatkan risiko koreksi menuju US$3.982 dan US$3.963 per troy ounce.

Pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan harga dan menerapkan manajemen risiko dalam mengambil keputusan perdagangan.