Ini Alasan CBDK Buyback Saham 2026

Ini Alasan CBDK Buyback Saham 2026

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) berencana merogoh kocek maksimal Rp250 miliar untuk membeli kembali (buyback) saham pada 2026-landbank.id-

“Pembelian kembali saham Perseroan akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh Perseroan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku,” terang manajemen CBDK.

Di sisi lain, Perseroan berkomitmen untuk menjaga keyakinan terhadap nilai pertumbuhan jangka panjang. 

Buyback saham dilakukan bukan karena adanya penurunan kinerja maupun pelemahan fundamental Perseroan. 

BACA JUGA:Membaca Arah Pasar Kripto September

Perseroan tetap memiliki kondisi keuangan yang sehat, kinerja operasional yang stabil, serta prospek usaha jangka panjang yang baik.

 

Laba Melambung

Sementara itu, CBDK membungkus pendapatan Rp2,2 triliun pada semester pertama 2026 alias melejit 84 persen disandingkan dengan periode yang sama 2025.

Manajemen CBDK menyatakan bahwa kenaikan itu didukung terutama oleh penyerahan kaveling tanah komersial di area CBD PIK2, yang menyumbang paling signifikan dari total pendapatan.

Peforma enam bulan pertama 2026 juga ditopang oleh segmen produk komersial yaitu Bizpark PIK2 dan Rukan Milenial.

BACA JUGA:PANI Ukir Sejarah, Gaet Laba Bersih Rp1,7 Triliun

Selain itu, didukung oleh segmen residensial seperti Rumah Milenial untuk pasar generasi muda dan Permata Hijau Residence yang menawarkan hunian premium di lokasi strategis.

Seiring mengoleksi pertumbuhan pendapatan anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,68 triliun pada semester pertama 2026. Torehan itu telah melampaui capaian setahun penuh 2025. 

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tersebut melonjak 225 persen dibandingkan dengan periode sama 2025, dengan margin laba bersih meningkat menjadi 76 persen dari 43 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Hasil kinerja CBDK pada semester ini mencerminkan kemampuan Perusahaan dalam terus membangun dan memonetisasi kawasan ekosistem terintegrasi PIK2,” kata Presiden Direktur PT Bangun Kosambi Sukses Tbk, Steven Kusumo dalam keterangan tertulis dikutip Senin, 31 Agustus 2026.