GSIH BSD City, Simpul Pengembangan Ekosistem Digital
GSIH BSD City yang terletak di Biomedical Campus BSD City, Tangerang, Banten seiring dengan getolnya Komdigi mengembangkan jaringan Garuda Spark Innovation Hub-landbank.id-sml
Jakarta, landbank.co.id- Garuda Spark Innovation Hub di BSD City atau GSIH BSD City dinilai dapat menjadi simpul pengembangan ekosistem digital Indonesia.
Kehadiran GSIH BSD City merupakan buah kolaborasi Sinar Mas Land (SML) dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
GSIH BSD City yang terletak di Biomedical Campus BSD City, Tangerang, Banten seiring dengan getolnya Komdigi mengembangkan jaringan Garuda Spark Innovation Hub.
“Saya mengapresiasi terselenggaranya launching Garuda Spark Innovation Hub di Biomedical Campus BSD City. Kehadiran GSIH ini penting untuk memastikan potensi digital Indonesia tidak berjalan sendiri-sendiri,” tutur Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid dalam publikasi tertulis Sinar Mas Land, dikutip Minggu, 30 Agustus 2026.
Dia menyatakan, saat ini, kita melihat talenta, startup, investor, industri, pemerintah, perusahaan, dan para akademisi bekerja di ruangnya masing-masing. Garuda Spark kita lahirkan untuk membentuk satu ruang kerja bersama dari seluruh elemen tadi.
BACA JUGA:GSIH BSD City, Simpul Pengembangan Ekosistem Digital
Menurut Menteri Komdigi, locally Adopted, Nationally Coordinated, Globally Connected, inilah prinsip yang harus kita pegang, khususnya anak-anak muda di Tanah Air, dalam menyambut transformasi digital.
“Kami menargetkan GSIH akan memiliki sampai 500 Spoke. Itu yang kita harapkan, karena sekali lagi target kita bukan hanya angka, tapi juga pemerataan. Mari kita jadikan GSIH sebagai ruang kerja bersama untuk membawa potensi dan gagasan menuju manfaat nyata bagi Tanah Air,” ujar Meutya.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Urban Solution Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap, menyatakan bahwa GSIH di BSD City sebagai Global Hub pertama, merupakan bagian dari upaya pihaknya membangun ekosistem yang menghubungkan inovasi dengan kebutuhan industri dan peluang pasar.
”Melalui kolaborasi dengan Komdigi, GSIH Global Hub di BSD City akan membuka akses bagi talenta, startup, teknologi, investor, dan jejaring ekosistem digital internasional,” ujarnya.
BACA JUGA:Mengintip Investasi Japan Thematic Fund di Ekosistem Kesehatan
Dia menambahkan, kehadiran GSIH memerkuat arah pengembangan BSD City sebagai kawasan yang mempertemukan berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan, teknologi, dan inovasi dalam satu ekosistem dan menjadi platform yang membantu menghubungkan inovasi dengan kebutuhan nyata industri dan membuka jalur menuju pasar global.
”Hal tersebut sejalan dengan positioning GSIH sebagai The New Home of Indonesia’s Digital Ecosystem & Global Gateway, yang menempatkan BSD City sebagai salah satu titik penghubung bagi inovasi Indonesia untuk memeroleh akses terhadap kolaborasi, industri, investasi, dan peluang global,” terang Irawan.
GSIH BSD City dihadirkan melalui skema Privately Owned, Government Operated (POGO).
Kolaborasi kedua pihak diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Komdigi yang diwakili oleh Sonny Hendra Sudaryana (Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi) dan Sinar Mas Land yang diwakili oleh Irawan Harahap.
BACA JUGA:Rumah Tradisional Sade, Ruang Mencari Nafkah
Melalui skema POGO, Sinar Mas Land mendukung penyediaan infrastruktur fisik, sedangkan Komdigi mengorkestrasi program dan jejaring ekosistem yang menghubungkan startup, talenta digital, industri, investor, akademisi, pemerintah, dan mitra global.
Skema tersebut menjadi contoh bagaimana kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dapat menghasilkan infrastruktur ekosistem yang memiliki fungsi lebih luas.
Pemerintah menghadirkan orkestrasi program dan akses jejaring, sementara sektor swasta menyediakan lingkungan dan infrastruktur yang memungkinkan interaksi antarpelaku ekosistem berlangsung secara berkelanjutan.
BACA JUGA:Dari Transformasi, BTN Kian Menuai Hasil Positif
Dalam pandangan Sinar Mas Land, kehadiran GSIH BSD City tak terlepas dari laporan e-Conomy SEA by Google, Temasek, and Bain & Company yang mencatat nilai ekonomi digital Indonesia mencapai US$99 miliar pada 2026 dan diproyeksikan menjadi US$340 miliar pada 2030.
(*)