Strategi 2026 Pakuwon Jati Mulai Berbuah
Jakarta, landbank.co.id– Strategi PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dalam menghadapi dinamika industri properti dan daya beli masyarakat pada 2026 sudah memerlihatkan buah.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, pada periode Januari-Maret 2026, PT Pakuwon Jati Tbk yang mengusung kode saham PWON ini mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 6 persen disandingkan periode sama 2025.
Pendapatan PT Pakuwon Jati Tbk per akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp1,65 triliun, sedangkan pada periode sama 2025 senilai Rp1,56 triliun.
Bahkan, laba bersih periode berjalan PWON pada kuartal pertama 2026 tumbuh sekitar 29 persen, yakni dari Rp398,24 miliar menjadi Rp511,74 miliar.
Pertumbuhan itu antara lain ditopang oleh peningkatan pendapatan sewa ruangan dan pendapatan dari bisnis hotel.
Pendapatan sewa ruangan Pakuwon tumbuh sekitar 10 persen pada tiga bulan pertama 2026 disandingkan dengan periode sama 2025.
Baca juga: Catat, Jadwal Dividen Tunai Pakuwon Rp626,07 Miliar
Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, pendapatan sewa ruangan Pakuwon tercatat sebesar Rp599,77 miliar pada akhir Maret 2026, sedangkan pada periode sama 2025 senilai Rp544,63 miliar.
Untuk pendapatan hotel tumbuh sekitar 11 persen dari semula Rp286,93 miliar menjadi sebesar Rp320,19 miliar per akhir Maret 2026.
“Strategi pemasaran hotel difokuskan pada segmen non-government dan korporasi,” jelas Alexander Stefanus Ridwan Suhendra, presiden direktur PT Pakuwon Jati Tbk dikutip dari Annual Report 2025 PWON.
Mitigasi Terukur
Manajemen PWON menyatakan bahwa tahun 2026 menghadirkan tantangan nyata, baik dari tekanan makroekonomi maupun perubahan perilaku pasar.
Baca juga: Pendapatan Mal Pakuwon Terus Melenggang, Tumbuh 9 Persen