Kuartal Pertama 2026, Ciputra Raih Pendapatan Rp2,56 Triliun
Di sisi lain, laba bersih CTRA tercatat turun sekitar 22 persen pada Januari-Maret 2026 disandingkan dengan periode yang sama 2025.
Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, laba bersih atau laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk itu sebesar Rp518,31 miliar pada kuartal pertama 2026, sedangkan per akhir Maret 2025 senilai Rp660,41 miliar.
Baca juga: Ciputra Development Raup Pendapatan Rp8,39 Triliun
Sementara itu, total aset perusahaan yang masuk Bursa pada 1994 ini tercatat senilai Rp45,81 triliun pada kuartal pertama 2026, sedangkan per akhir 2025 sebesar Rp47,99 triliun.
Pada tiga bulan pertama 2026, liabilitas pemilik proyek Citra City Sentul, Bogor, Jawa Barat ini sebesar Rp18,34 triliun, lebih rendah bila dibandingkan dengan akhir 2025 yang senilai Rp21,07 triliun.
Sebaliknya, ekuitas CTRA naik menjadi Rp27,46 triliun pada akhir Maret 2026 dibandingkan akhir 2025 yang sebesar Rp26,92 triliun.
Pada akhir Maret 2026, para pemegang saham CTRA terdiri atas PT Sang Pelopor 53,31 persen dan Harun Hajadi 0,08 persen.
Lalu, masing-masing kurang dari 1 persen dimiliki oleh Nanik J Santoso, Tulus Santoso, dan Sutoto Yakobus.
Baca juga: Penjualan Kaveling dan Rumah Ciputra Development Melejit
Selain itu, pemegang saham pemilik proyek Citragarden City Jakarta ini adalah masyarakat 46,60 persen.
(*)