Bukit Uluwatu Villa Bukukan Laba

Bukit Uluwatu Villa Bukukan Laba

Penurunan tipis itu sejalan dengan kondisi ekonomi dunia yang terganggu dengan adanya ancaman tarif oleh Amerika Serikat.

Baca juga: Okupansi Hotel di Badung Bali Sentuh 80 Persen

Di lain pihak, penurunan dalam okupansi tersebut diimbangi dengan adanya kenaikan harga kamar rata-rata sekitar 11 persen sehingga pendapatan Perseroan masih dapat bertumbuh.

“Kami perkirakan kondisi usaha akan membaik di sisa waktu tahun 2025 yang berdampak positif terhadap tingkat hunian dan tentunya pendapatan Perseroan setelah terdapat kepastian atas berbagai tantangan ekonomi dunia,” urai manajemen BUVA dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu, 15 Juni 2025.

Hingga tahun 2024, BUVA memiliki empat hotel yang sudah beroperasi, yakni Alila Villas Uluwatu (65 vila) dan Alila Ubud (74 vila dan kamar) di Bali.

Lalu, Alila Manggis, Bali (55 kamar) dan Dialoog Banyuwangi, Jawa Timur (116 kamar).

Operator yang mengoperasikan keempat hotel itu terdiri atas Dialoog untuk di Banyuwangi dan tiga lainnya oleh Hyatt.

Menurut manajemen BUVA, Hyatt memiliki hak serta kewajiban secara eksklusif untuk mengelola dan mengoperasikan Alila Villas Uluwatu dan Alila Ubud sesuai dengan rencana kerja yang telah disetujui oleh Perseroan.

Keuntungan brand value Hyatt yang diperoleh Perseroan mencakup mengelola properti hotel Perseroan secara profesional untuk mendapatkan hasil optimal.

Lalu, memberikan akses ke komunitas pelanggan setia Hyatt dari seluruh dunia.

Baca juga: Tujuh Hotel Baru akan Merangsek Pasar Bali

Selain itu, standar operasional hotel yang tinggi dan bertaraf internasional, sehingga membangun kepercayaan tamu dan calon tamu hotel.

Di sisi lain, Perseroan juga punya sejumlah rencana pengembangan hotel yaitu Sebong Lagoi, Bintan dan Tarabitan, Manado, Sulawesi Utara.

Sementara itu, terdapat juga proyek hotel dalam tahap pembangunan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) lewat PT Bukit Savanna Raya (BSR).

Terkini, BSR telah melepas asetnya kepada pihak lain senilai Rp799,06 miliar.