Menteri PU Pastikan Kualitas Proyek Tetap Terjaga Meski Ada Pemotongan Anggaran Besar

Menteri PU Pastikan Kualitas Proyek Tetap Terjaga Meski Ada Pemotongan Anggaran Besar

Jakarta, landbank.co.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas proyek-proyek yang sedang dan akan dilaksanakan, meskipun anggaran Kementerian PU tahun 2025 mengalami pemotongan besar.

Dody juga menjelaskan, meskipun anggaran kementerian dipangkas hingga 80 persen, pihaknya memastikan tidak akan ada proyek yang mangkrak atau terbengkalai. Pemotongan anggaran, lanjut Dody, tetap mempertimbangkan kualitas pembangunan.

“(Proyek) Mangkrak, sih, enggaklah. Kita memotong anggaran pun pastinya memperhatikan kualitas bangunannya juga,” kata Dody menanggapi kekhawatiran yang mungkin timbul terkait dengan efisiensi anggaran.

Pemotongan Anggaran Kementerian PU 2025

Pada tahun 2025, Kementerian Pekerjaan Umum mengalami pemotongan anggaran yang sangat besar, yakni sebesar 80 persen, yang membuat total anggaran kementerian ini hanya sebesar Rp29,57 triliun.

Sebelumnya, pada tahun 2024, anggaran Kementerian PU sebesar Rp110,95 triliun.

Pemangkasan anggaran tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran pemerintah dan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025.

Efisiensi Anggaran dan Kendala yang Dihadapi

Meskipun terjadi pemangkasan anggaran, Menteri Dody mengungkapkan bahwa hingga saat ini, ia belum menemui kendala berarti dalam pelaksanaan program-program Kementerian PU.

Menurutnya, sebagai seseorang yang terbiasa bekerja dengan apa yang ada, dirinya telah memaksimalkan sumber daya yang tersedia.

“Untuk kendala, sejauh ini, masih aman-aman saja. Saya adalah orang yang terbiasa mengerjakan sesuatu dengan apa yang saya punya, saya maksimalkan apa yang saya punya,” ujar Dody.

Namun, Dody juga mengakui bahwa efisiensi anggaran ini menjadi tantangan besar bagi pihaknya. Ia menekankan bahwa meskipun tantangan ini cukup berat, ia bertekad untuk tetap menyelesaikan target-target kementerian dengan anggaran yang ada.

“Tapi, kalau sudah maksimal dan tuntutannya besar, ya, saya bilang kalau sudah maksimal dengan apa yang dikasih. (Kalau kurang) Saya akan bilang butuh tambahan,” tambahnya.

Penyesuaian Program yang Akan Diprioritaskan