WMPP Membalikkan Keadaan, Cermin Prospek Industri Pangan
Lini bisnis peternakan unggas (poultry) menyumbnag sebanyak 87,26 persen terhadap total pendapatan PT Widodo Makmur Perkasa Tbk pada semester pertama 2026-landbank.id-widodomakmurperkasa.co.id
Jakarta, landbank.co.id- PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP), perusahan consumer goods and agricultural commodities nasional mampu membalikkan keadaan pada semester pertama 2026.
Sepanjang Januari-Juni 2026, emiten yang mengusung kode saham WMPP di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mengoleksi laba bersih, sedangkan pada periode sama 2025 masih merugi.
Kemampuan Perseroan mencetak pertumbuhan di lini pendapatan dan laba dinilai mencerminkan prospek industri pangan di Tanah Air.
Di lini pendapatan, perusahaan yang berdiri sejak 1995 ini membungkus sebesar Rp 562,72 miliar pada enam bulan pertama 2026.
Angka itu naik sekitar 41,2 persen bila disandingkan dengan torehan pada periode sama 2025 yang masih bertengger di angka Rp398,74 miliar.
Apabila dilihat dari segmen usahanya, pendapatan ini paling bayak disumbang oleh lini bisnis peternakan unggas (poultry) sebesar 87,26 persen, diikuti oleh lini bisnis pengolahan daging (meat processing) sebesar 10,99 persen, dan lini bisnis peternakan sapi (cattle livestock) sebesar 1,75 persen.
Kinclongnya pendapatan, membuat WMPP mengoleksi laba bersih Rp123,50 miliar pada semester pertama 2026.
Angka itu melejit 194 persen bila dibandingkan dengan posisi semester pertama 2025 yang masih mencatat rugi bersih Rp131,52 miliar.
“Perbaikan kinerja Perseroan sepanjang semester pertama tahun ini menunjukkan Perseroan sudah lebih efisien dalam menjalankan usahanya, seiring dengan perbaikan kinerja Perseroan yang ditopang oleh berbagai katalis positif dari industri pangan global dan dalam negeri,” jelas Tumiyana, direktur utama PT Widodo Makmur Perkasa Tbk dalam keterangan tertulis, dikutip 2 September 2026.
Prospek positif industri pangan salah satunya didorong oleh permintaan protein hewani yang diproyeksi terus mengalami peningkatan, baik daging ayam, telur ayam dan daging sapi.
Apalagi, sektor pangan juga menjadi fokus pemerintah saat ini. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah tim riset internal Perseroan, konsumsi daging sapi dan kerbau pada tahun 2026 diproyeksi mencapai 986.170 ton, atau naik sekitar 14 persen dibanding tahun 2025.
BACA JUGA:Stok Beras Nasional Tembus 3,8 Juta Ton, Indonesia Kian Dekat dengan Swasembada Pangan
Sementara itu, konsumsi daging ayam diprediksi mencapai 4,99 juta ton pada tahun 2026, atau naik hampir 5 persen dari tahun sebelumnya.