Metro Realty Berencana Akuisisi Perusahaan Bidang Kesehatan Tahun Depan
Jakarta, landbank.co.id– Perusahaan real estat, PT Metro Realty Tbk (MTSM) tertarik masuk ke bidang kesehatan pada 2025.
Saat ini, emiten properti yang mengusung kode saham MTSM itu sedang melakukan pendekatan atau penjajakan dengan beberapa calon target perusahaan bidang kesehatan yang akan diakuisisi.
“Perseroan berencana mulai merealisasikan aksi korporasi ini pada semester I tahun 2025,” dilansir press release MTSM dikutip Selasa, 12 November 2024.
Siaran pers itu juga menyebutkan bahwa perseroan berkomitmen akan melakukan perbaikan kinerja jangka panjang dan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan memasuki bisnis kesehatan.
Manajemen MTSM menilai bahwa bisnis di sektor kesehatan Indonesia, tertama rumah sakit, laboratorium klinik, dan klinik kecantikan, menunjukan tren pertumbuhan yang signifikan.
Menurut laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) ana Kementerian Kesehatan, pertumbuhan pasar rumah sakit di Indonesia diperkirakan meningkat sekitar 10 persen per tahun.
Hal itu terjadi terutama didorong oleh investasi swasta dalam rumah sakit premium dan spesialis.
Nilai pasar rumah sakit di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari US$7 miliar pada 2023, dengan permintaan terbessar berasal dari rumah sakit yang menawarkan fasilitas ccanggih an spesialisasi tertentu, terutama di kota-kota besar dan daerah berkembang yang kekurangan fasilitas kesehatan berkualitas.
Untuk laboratorium klinik, masih mengutik siaran pers MTSM, bisnis ini mengalami peningkatan pesat selama pandemi Covid-19 dan diproyeksikan tumbuh dengan laju berkisar 9-12 persen per tahun hingga 2025.
Potensi pasar laboratorium klinik di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar US$1,2 miliar dengan permintaan besar terhadap layanan diagnostik preventif dan deteksi dini untuk penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.
Laboratorium dengan layanan berbasis teknologi, termasuk pemeriksaan genetik dan biomarker kesehatan, semakin diminati, terutama ole masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan secara proaktif.
Sementara itu, klinik kecantikan di Indonesia mencatat pertumbuhan berkisar 12-15 persen per tahun dengan nilai pasar yang diproyeksikan mencapai sekitar US$1,5 miliar pada 2025.
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya minat masyarakat urban terhadap perawatan kecantikan dan estetika, termasuk perawatan berbasis teknologi seperti terapi laser, filler, dan prosedur nonbedah.
Permintaan yang tinggi ini juga berkaitan dengan tren media sosial dan gaya hidup yang lebih peduli terhadap penampilan dan perawatan diri.