Furnitur Berkelanjutan Seken Living Menarik Perhatian Pemerintah

Wamen Ekraf Irene Umar menilai Seken Living dapat memberikan nafas baru bagi limbah kayu menjadi produk kriya kelas dunia/foto: kemenekraf

Jakarta, landbank.co.id– Mengolah limbah kayu menjadi produk furnitur berkelanjutan kelas dunia diperlihatkan oleh Seken Living.

Bahkan, Seken Living yang merupakan jenama kriya lokal itu mendapat perhatian Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf).

Bacaan Lainnya

Apresiasi terhadap produk besutan Seken Living dilontarkan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar.

Selain memberi apresiasi, Wamen Ekraf saat melihat langsung praktik desain berkelanjutan (sustainable design) berbasis kayu jati di Workshop Seken Living, Yogyakarta juga menyebut bahwa jenama lokal yang berdiri sejak 2014 ini sebagai contoh sukses bisnis kreatif keberlanjutan.

Seken Living fokus mengolah kayu bekas menjadi produk estetis serta fungsional. Mereka berkembang menjadi ekosistem kreatif terpadu yang memadukan keahlian tradisional dengan manajemen modern guna memenuhi kebutuhan pasar ramah lingkungan.

Baca juga: Investasi Ekraf Tembus Rp132 Triliun

​”Seken Living adalah contoh nyata bagaimana kreativitas dapat memberikan nafas baru bagi limbah kayu menjadi produk kriya kelas dunia. Kami sangat mengapresiasi konsistensi jenama ini dalam menjaga ekosistem lingkungan sekaligus memberdayakan perajin lokal di Yogyakarta,” ujar Wamen Ekraf, dikutip Rabu 15 April 2026.

​Wamen Ekraf menegaskan bahwa Kementerian Ekraf berkomitmen untuk bertindak sebagai akselerator bagi jenama lokal yang memiliki visi keberlanjutan.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dukungan pendanaan ekspor dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank yang telah didapatkan Seken Living, pemerintah optimistis produk kriya Indonesia akan semakin dominan di pasar global.

​”Sinergi antara kreativitas dan dukungan finansial seperti dari Indonesia Eximbank adalah kunci untuk menembus hambatan pasar internasional. Kami ingin memastikan bahwa produk dengan narasi sustainability seperti ini mendapatkan panggung yang layak di kancah global, karena dunia saat ini tengah mencari produk yang ramah lingkungan,” tambah Wamen Ekraf.

Seken Living mengembangkan lima lini bisnis yang saling terintegrasi, yakni Showroom Furnitur kayu daur ulang yang terintegrasi dengan kafe Nest Coffee & Donuts, konsep mindful eating di Sabin Cafe, bangunan daur ulang Uma Accommodation, kurasi dekorasi rustic pada Toko Online, hingga resto bar futuristik untuk acara privat pada Stairs at Prawirotaman.

Baca juga: Tips Memilih Furnitur yang Tepat untuk Rumah Minimalis, Simpel tapi Fungsional

Sinergi ini dinilai sebagai potret nyata inovasi ekonomi kreatif yang sukses menyatukan nilai ekonomi dengan gaya hidup berkelanjutan yang selaras dengan alam.

Selain rutin menggelar pameran di dalam negeri, Seken Living juga merambah pasar internasional melalui ajang bergengsi seperti Maison & Objet di Prancis, Salone del Mobile di Milan, dan Shoppe Object di Amerika Serikat. Meskipun, saat ini menghadapi tantangan berupa semakin terbatasnya akses serta kesempatan untuk tampil di kancah mancanegara.

Pos terkait