Bisnis Mal di Jakarta 2026, Begini Kata Konsultan

Bisnis Mal di Jakarta 2026, Begini Kata Konsultan

Mal-mal ini diuntungkan oleh basis penyewa yang mapan, termasuk merek internasional dan mewah, yang secara konsisten menarik pembeli kelas atas.

Permintaan berkelanjutan akan pengalaman ritel yang unggul telah membantu segmen ini mempertahankan ketahanan.

“Sebaliknya, tingkat hunian di mal kelas menengah ke bawah tetap rendah, rata-rata sekitar 60 persen,” dikutip dari riset Colliers Indonesia.

Beberapa department store di Jakarta telah mengurangi skala usaha, mengalokasikan kembali ruang untuk merek-merek baru guna menyegarkan bauran penyewa mereka.

Strategi ini mengakomodasi peritel yang masuk daftar tunggu, meningkatkan variasi, dan mendukung peningkatan jumlah pengunjung.

Bagi pemilik properti, membagi ruang utama yang besar menjadi beberapa penyewa gaya hidup dan khusus telah terbukti menjadi strategi adaptasi yang efektif—mendiversifikasi penawaran, meningkatkan pendapatan sewa, dan memperkuat daya saing.

Baca juga: Belajar dari Bisnis Mal Summarecon

Contohnya antara lain Matahari Department Store di Blok M Plaza yang mengurangi luas gerainya untuk mengakomodasi SUKO dan ZES.

Lalu, SEIBU di Pondok Indah Mall yang merelokasi ruangnya ke Sephora dan Lotte Department Store di Lotte Mall Jakarta yang mengurangi ukuran gerainya untuk memperkenalkan merek-merek seperti Decathlon dan Dekoruma.

(*)