Permintaan Kantor Berkualitas Tinggi di lokasi Strategis Tetap Kuat

Permintaan Kantor Berkualitas Tinggi di lokasi Strategis Tetap Kuat

Pada triwulan pertama 2025, tambah dia, harga sewa gedung Grade A (termasuk Premium) di kawasan CBD mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 0,8 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Berdasarkan transaksi pasar yang terjadi, ruang perkantoran dengan luas di bawah seribu meter persegi masih mendominasi transaksi di kawasan CBD,” urai dia.

 

Kepercayaan Penyewa

Sementara itu, Konsultan properti, PT Leads Property Services Indonesia (Leads Property) menilai bahwa saat ini, pasar perkantoran di Jakarta sangat bergantung pada kepercayaan penyewa.

Leads Property juga menyatakan bahwa tren pergerakan pasar perkantoran ke arah gedung yang berkualitas semakin terasa di Jakarta.

Di sisi lain, dalam catatan Leads Property, pasar perkantoran di pusat kawasan bisnis (central business district/CBD) Jakarta tidak mencatat adanya penyelesaian proyek baru pada kuartal I/2025 sehingga total stok tetap tidak berubah di angka 7,45 juta meter persegi (m2).

“Hal ini menandai titik balik setelah bertahun-tahun ekspansi secara cepat,” ujar Martin Samuel Hutapea, associate director Research & Consultancy Department Leads Property dalam risetnya Selasa, 6 Mei 2025.

Sub-pasar seperti Jenderal Sudirman dan SCBD mempertahankan dominasinya, secara bersama-sama menyumbang hampir 40 persen dari total pasokan tersebut.

Lalu, kawasan Rasuna Said dan Gatot Subroto porsinya masing-masing sebesar 16 persen dan 15 persen.

“Absennya pasokan baru dalam waktu yang cukup lama menunjukkan bahwa pasar sedang beralih dari fase ekspansi menuju periode keseimbangan (equilibrium), dengan implikasi terhadap stabilitas harga sewa,” kata Martin.

Baca juga: Ciputra Kantongi Rp412,31 Miliar dari Bisnis Perkantoran

Pasar perkantoran Jakarta CBD mempertahankan tren permintaan positif pada kuartal pertama 2025, meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi global yang berdampak meningkatkan kehati-hatian penyewa.

Fenomena flight-to-quality tetap menjadi pendorong utama, dimana penyewa lebih memilih aset strategis dan berkualitas tinggi sehingga menopang penyerapan bersih (net absorption) hingga mencapai 18.511 m² pada kuartal ini.

“Yang patut dicatat, aksesibilitas transportasi publik berperan secara krusial dalam distribusi permintaan. Sekitar 90% penyerapan bersih kuartal ini terkonsentrasi di sepanjang koridor MRT dan LRT, menguatkan keunggulan aset berbasis transit di lingkungan perkantoran sewa yang kompetitif,” jelas dia.