Penguatan Wisata Olah Raga Terus Didorong

Penguatan Wisata Olah Raga Terus Didorong

Wisata olah raga (sport tourism) Indonesia dinilai potensial, namun juga memiliki sejumlah tantangan-landbank.id-kemenpar

Selain itu juga ada HYROX Jakarta yang diselenggarakan pada 27-28 Juni 2026 dengan jumlah peserta mencapai 11.500, menjadikannya sebagai event Hyrox dengan jumlah peserta terbesar di Asia Pasifik, di mana 15 persen di antaranya berkewarganegaraan asing.  

BACA JUGA:Indonesia Bidik 17,6 Juta Kunjungan Wisman

Indonesia juga memiliki banyak event olah raga dengan intellectual property seperti Jakarta International Marathon, serta berbagai event-event yang menjadi pengungkit destinasi pariwisata Indonesia seperti rangkaian Geopark Run. 

 

Tantangan Wisata Olah Raga

Kendati demikian, Menpar mengatakan, pengembangan wisata olah raga juga memiliki sejumlah tantangan. Pertama adalah pemerataan, di mana event olah raga harus dapat menyebar dan tumbuh di setiap daerah, tidak hanya terkonsentrasi di sebagian destinasi unggulan. 

"Untuk itu, Kemenpar secara konsisten mendorong pemerintah daerah, kementerian/lembaga, swasta, pemerhati pariwisata lainnya untuk merancang event olahraga yang lahir dari karakter dan keunikan lokal, bukan sekadar replikasi format yang sudah teruji di tempat lain," ujarnya. 

BACA JUGA:Bali Spirit Festival Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri Wellness Global

Tantangan kedua adalah terkait daya dukung destinasi. Konsentrasi kunjungan pada musim puncak penyelenggaraan event kadang menimbulkan tekanan berlebih terhadap kapasitas destinasi. Mulai dari ketersediaan akomodasi hingga infrastruktur pendukung lainnya.

Tantangan selanjutnya adalah keberlanjutan kunjungan di luar masa penyelenggaraan event. Sebuah destinasi sports tourism yang matang adalah destinasi yang tetap hidup dan dikunjungi sepanjang tahun. "Inilah mengapa kita terus mengembangkan produk wisata berbasis sports tourism tadi sebagai daya tarik di luar pekan event," kata Menpar.  

Terakhir adalah standardisasi layanan, profesionalisme penyelenggara, dan pengelolaan risiko yang baik sebagai prasyarat mutlak bagi event berkelas dunia. 

Menpar berharap keempat tantangan ini dapat diidentifikasi dan menjadi bagian integral dari penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olah Rraga yang dimulai bersama pada hari ini. 

BACA JUGA:Melirik Bali Sang Destinasi Wisata Wellness Kelas Dunia

"Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi atas apa yang telah dicapai dalam event olah raga dan sports tourism Indonesia. Sebuah pencapaian yang sudah sangat baik dan akan menjadi semakin baik lagi setelah tantangan-tantangan yang ada kita selesaikan bersama," kata Menpar Widiyanti.