Peningkatan Transaksi Produk Lokal Menjadi Perhatian, Tahun Lalu Rp16,6 Triliun
Tahun 2025, nilai transaksi produk lokal dalam Harbolnas 2025 mencapai sekitar Rp16,6 triliun-landbank.id-kementerian ekraf
Jakarta, landbank.co.id- Peningkatan nilai transaksi produk lokal dalam Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) menjadi perhatian pemerintah dan para pemangku kepentingan.
Tahun 2025, nilai transaksi produk lokal dalam Harbolnas 2025 mencapai sekitar Rp16,6 triliun.
Harapan untuk terjadinya peningkatan nilai transaksi produk lokal dalam Harbolnas mencuat dalam pertemuan antara Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya dan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idea) di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.
BACA JUGA:Meriahkan Harbolnas 11.11, Yoshinoya Tebar Promo Hingga 50 Persen
Kolaborasi antara Kementererian Ekraf dengan Idea diharapkan membuka peluang lebih luas bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen melalui platform perdagangan digital.
Dalam audiensi bersama Idea, Menteri Ekraf juga mengapresiasi peran asosiasi tersebut dalam mengembangkan industri perdagangan digital.
“Saya mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan idea dan memahami bahwa para anggotanya menghadapi tantangan yang tidak mudah. Ada sejumlah hal yang dapat kita kolaborasikan, mulai dari penguatan Harbolnas, pembahasan regulasi dan kebijakan, fasilitasi komunikasi dengan berbagai asosiasi, hingga kurasi bersama kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) binaan Kementerian Ekraf dari 21 subsektor ekonomi kreatif,” kata Menteri Ekraf di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis.
BACA JUGA:Pizza Hut Tebar Promo Harbolnas 11.11, Cek di Sini Menunya
Peluang kolaborasi tersebut didukung potensi pasar yang tercermin dari capaian Harbolnas 2025. Berdasarkan data yang dipaparkan Idea, nilai transaksi selama periode satu pekan mencapai Rp36,4 triliun.
Dari jumlah tersebut, transaksi produk lokal tercatat sebesar Rp16,6 triliun atau sekitar 45,6 persen.
Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar domestik bagi produk dalam negeri. Bagi pelaku ekonomi kreatif, Harbolnas dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas sekaligus meningkatkan penjualan melalui kanal digital.
BACA JUGA:Kementerian Ekraf Gandeng Lippo Malls
Harbolnas pertama kali digelar pada 12 Desember 2012 dengan melibatkan enam perusahaan e-commerce yang tergabung dalam idea. Seiring perkembangannya, kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian, untuk memperluas partisipasi pelaku usaha dan mendorong transaksi belanja daring.
Ketua Umum idea, Budi Primawan, menyampaikan peluang kolaborasi dalam promosi produk kreatif dapat dijajaki melalui koordinasi dengan pelaku usaha yang dinilai sesuai untuk difasilitasi.