Di Tengah Persaingan Pembiayaan Perumahan, BTN Perlu Tetap Sentuh MBR

Di Tengah Persaingan Pembiayaan Perumahan, BTN Perlu Tetap Sentuh MBR

“Dengan menyinergikan kedua aspek tersebut, BTN ingin memastikan ekosistem perumahan nasional dapat tumbuh lebih sehat, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang luas,” ujar Nixon.

 

Tantangan Pembiayaan

Sementara itu, menurut Bambang Ekajaya, wakil ketua umum DPP Realestat Indonesia (REI), secara historis, BTN merupakan pelopor dan fokus ke pembiayaan perumahan.

“Sampai-sampai, di masyarakat kalau bicara rumah subsidi yang dikenal adalah rumah BTN,” tutur dia.

Tapi, tambahnya, saat ini bank lain juga sudah ikut mendanai KPR subsidi.

Baca juga: Dari Bandung, Bank Mandiri Beri Sinyal Siap Gulirkan KUR Perumahan

“Bahkan, Bank Rakyat Indonesia saat ini juga punya porsi yang cukup besar. Jadi kondisi saat ini sudah berbeda dengann masa lalu,” ujar Bambang.

Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), khusus KPR subsidi berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), pada 2025, dominasi BTN menyentuh 90,31 persen.

Angka pangsa pasar bank yang per April 2026 memiliki aset Rp445,70 triliun itu naik bila disandingkan dengan torehan tahun 2021 yang masih berada di level 77,89 persen.

Pangsa pasar BTN tersebut sudah termasuk kontribusi anak usahanya, PT Bank Syariah Nasional (BTN).

Pertumbuhan pangsa pasar KPR subsidi berskema FLPP juga ditorehkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), yakni pada 2021 sebesar 8,60 persen, langsung melejit pada 2025 menjadi 11,56 persen.

Terkait KPR subsidi, baik skema FLPP maupun yang senada, jumlah pemainnya juga bertambah. Saat ini, di segmen FLPP muncul PT Bank Nationalnobu Tbk dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk.

Baca juga: Ini Daftar Lengkap Bank Penyalur KPR FLPP Tahun 2026

KPR FLPP ditujukan bagi segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang batas penghasilan maksimalnya Rp12 juta untuk lajang dan Rp14 juta (sudah berkeluarga).