Kota Wisata Punya Averon, Legenda Wisata Sediakan New Davinci

Kota Wisata Punya Averon, Legenda Wisata Sediakan New Davinci

Masih Prospektif

Sementara itu, SML optimistis pasar properti Indonesia pada 2025 masih cukup prospektif.

SML memandang 2025 sebagai tahun yang penuh harapan, di mana permintaan properti baik untuk hunian maupun komersial akan kembali naik.

“Kami selalu optimistis setiap tahunnya melihat tantangan global. Kita tetap konsisten dan percaya fundamental di Indonesia tetap besar,” ujar Deputy Group CEO Strategic Development & Assets Sinar Mas Land, Herry Hendarta, belum lama ini.

Baca juga: Sah! Living World Grand Wisata Bekasi Dibuka Hari Ini 22 Februari 2025

“Kalau di Legenda Wisata, kami sedang membangun ruko T17 yang menghadap ke boulevard sebanyak 17 unit dengan harga Rp2 miliar. Kini, sisa 8 unit. Kami yakin hingga akhir tahun 2025 ini akan habis diserap pasar,” papar dia.

Selain itu, SML juga melihat peluang di sektor properti komersial, terutama dengan adanya transisi menuju model kerja hybrid, yang memungkinkan lebih banyak perusahaan untuk mencari ruang kantor fleksibel dan terjangkau.

Di sisi lain, sektor ritel juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Meskipun terdapat pergeseran menuju belanja online, pusat perbelanjaan yang menawarkan pengalaman lebih, seperti hiburan dan restoran, akan tetap menarik bagi konsumen.

Terpisah, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), salah satu bagian dari SML, memandang bahwa tahun 2025 penuh dengan potensi bagi bisnis properti di Indonesia.

“Tahun 2025 adalah tahun yang penuh potensi. Kami meyakini komitmen pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur takkan berhenti dan itu akan menjadi modal bagi industri dan sekaligus Perusahaan untuk bertumbuh,” ujar manajemen PT Duta Pertiwi Tbk dalam Annual Report Perseroan dikutip Minggu, 4 Mei 2025.

Baca juga: Ini Peluru Utama DUTI yang Memberi Rp2,89 Triliun

Pembangunan infrastruktur tersebut, jelas manajemen PT Duta Pertiwi Tbk akan memberikan efek bola salju yang positif bagi aktivitas bisnis dan peningkatan daya beli.

Emiten properti berkode saham DUTI ini meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditopang oleh investasi yang makin berdaya guna juga menjadi salah satu katalis properti, baik di segmen jual maupun sewa.

Aktivitas dan mobilitas bisnis yang makin tinggi menciptakan kebutuhan akan tempat pertemuan dan hotel.

“Meski demikian, kami pun menyadari ada berbagai tantangan yang harus dihadapi pada tahun 2025 ini,” papar manajemen DUTI.