Properti Jabodetabek dan Bali Masih Potensial
Hunian masih menjadi sektor utama yang mendorong pertumbuhan properti nasional saat ini.
Ragam kebutuhan hunian menjadi penggerak transaksi, mulai dari hunian untuk kelompok menengah, asrama/hunian di sekitar perguruan tinggi, tumbuhnya co-living di area perkotaan menjadikan investasi di sektor hunian tetap menarik, dan diperkirakan terus tumbuh positif pada tahun ini meski di tengah pelemahan daya beli masyarakat.
Lalu, green property akan memengaruhi pengembangan properti pada masa mendatang.
“Green property akan menjadi pusat perhatian dalam pengembangan real estat masa depan di kawasan Asia, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya prinsip-prinsip ESG,” tutur Jackie Cheung, director ESG Knight Frank Asia-Pacific dan Singapore.
Di sisi lain, meskipun masih dalam tahap awal, AI (artificial intelligence) diperkirakan memiliki efek yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan properti.
Sementara itu, sektor pariwisata, hiburan, dan properti akan terus tumbuh saling melengkapi.
Tren terbaru menunjukkan perpaduan unik antara hiburan dan olahraga, seperti yang terlihat pada pembukaan Topgolf di bilangan Jakarta Selatan.
Fasilitas ini menawarkan pengalaman bermain golf untuk berbagai usia, tidak hanya untuk berolahraga, tetapi juga menjadi sarana hiburan dan berinteraksi sosial dengan suasana lapangan golf yang dilengkapi dengan restoran dan berbagai hiburan yang menarik.
(*)