Jakarta, landbank.co.id– PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatat pertumbuhan penjualan sekitar 18 persen pada 2025 disandingkan dengan raihan setahun sebelumnya.
Merujuk laporan keuangan PT Ciputra Development Tbk, emiten properti berkode saham CTRA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini membungkus pendapatan Rp12,62 triliun sepanjang 2025.
Sebaliknya, pada periode sama tahun 2024, penjualan PT Ciputra Development Tbk masih di posisi sekitar Rp11,19 triliun.
Pemasukan CTRA pada 2025 masih menempatkan segmen penjualan kaveling, rumah hunian, dan rumah toko (ruko) sebagai pendapatan utama.
Baca juga: Land Bank Ciputra Lampaui 2.000 Hektare
Bahkan, segmen tersebut mencatat pertumbuhan sekitar 16 persen, yakni dari Rp8,09 triliun pada 2024 menjadi sebesar Rp9,41 triliun tahun 2025.
Pada 2025, penjualan kaveling, rumah hunian, dan ruko menyumbang sekitar 72 persen terhadap total pendapatan pemilik proyek Citragarden Bintaro, Tangerang, Banten tersebut.
Dua penyumbang terbesar lainnya adalah pendapatan usaha pelayanan kesehatan sebesar Rp728,17 miliar atau setara sekitar 6 persen.
Lalu, pendapatan usaha pusat niaga dan kawasan komersial senilai Rp725,78 miliar atau menyumbang sekitar 6 persen terhadap total pendapatan pemiliki Citra City Sentul, Jawa Barat itu.
Baca juga: Mengintip Penjualan Rumah Ciputra, Raup Rp4,35 Triliun
Pemilik proyek Citraland Gama City Medan, Sumatera Utara ini juga punya pendapatan lain di antaranya dari bisnis hotel senilai Rp553,46 miliar dan penjualan apartemen sebesar Rp509,15 miliar.
Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, laba bersih CTRA pada 2025 terlihat meningkat sekitar 25 persen, yakni dari Rp2,13 triliun menjadi sebesar Rp2,66 triliun.
Hingga tahun 2025, CTRA mengembangkan 69 proyek perumahan, 11 proyek apartemen, dan 8 proyek kantor hak milik (strata).
Di lini pendulang pendapatan berkesinambungan (recurring income), Citra Towers Kemayoran punya 5 pusat perbelanjaan modern (mal), 9 hotel, 4 rumah sakit (healthcare), dan 4 kantor sewa.
Baca juga: Pendapatan CTRA Tumbuh, Ini Kontributor Utamanya
Tahun 2025, CTRA mengaku mengalokasi belanja modal (capital expenditure/capex) berkisar Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun.





